Kamis, 14 AGUSTUS 2025 • 14:35 WIB

Update Dugaan Keracunan Lauk Rawon MBG di Tiga SMP Mlati, Polresta Sleman Sedang Introgasi Mitra SPPG Dan Pemberhentian Operasional Sementara ke Tiga

Author

Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo, angkat bicara terkait dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa di tiga SMP wilayah Kapanewon Mlati, Sleman. Dugaan sementara mengarah pada konsumsi makanan yang disediakan oleh pihak katering MBG di beberapa sekolah.

Hal ini disampaikannya, saat ditemui usai menghadiri acara bazar Pemkab Sleman pada Kamis (14/8), dimana Kombes Edy mengungkapkan bahwa saat ini sampel makanan tengah diperiksa oleh Dinas Kesehatan dan laboratorium di Semarang.

"Yang soal MBG kan baru diperiksa kemarin ya, diambil uji. Sekarang lagi diperiksa sama Dinas Kesehatan dan lab kita, ya kita nanti kita tunggu hasilnya. Lab-nya di Semarang," ujarnya.

Sampel yang diambil mencakup itu berbagai jenis makanan yang disediakan oleh pihak katering, termasuk rawon dan bumbu-bumbunya. Saat ini, penyidikan masih berlangsung, termasuk dengan pemeriksaan pihak SPPG (Sub Penyalur Pangan Gizi) yang berlokasi di wilayah Mlati.

Baca juga: Pemkab Gelar Evaluasi Hari Ini Buntut Dugaan Keracunan Massal Rawon MBG di Tiga SMP Mlati Sleman, Lanjut Atau Tidak?

"Kita baru interogasi. Sejak kemarin kita koordinasi dengan MBG untuk operasional khusus di tiga sekolah SMP itu dihentikan dulu, tapi untuk SD masih tetap jalan," katanya.

Sembari hasil pemeriksaan laboratorium, operasional pendistribusian ke tiga SMP tersebut  bersifat sementara. Apabila hasil uji menyatakan makanan aman, maka operasional bisa dilanjutkan. Sebaliknya, apabila ditemukan indikasi bahaya, keputusan selanjutnya akan berada di tangan MBG.

"Kalau dari MBG melakukan pengecekan lagi ternyata steril atau membolehkan, ya silakan. Tapi kalau seandainya tidak, itu kewenangan MBG untuk cabut atau tidak," tegasnya.

Terkait jumlah siswa yang terdampak, berdasarkan informasi yang ia dapat bahwa per Rabu malam, masih ada 19 siswa yang dirawat di RSUD Sleman dan 3 siswa di RSA UGM.

"Kondisinya baik, mungkin tadi malam juga atau pagi ini sudah ada yang pulang," imbuhnya.

Baca juga: Update Terbaru Dugaan Keracunan MBG di Tiga SMP Mlati Sleman : Undang Orang Tua Hingga Instansi

Selain itu, pihaknya telah mengonfirmasi bahwa penyedia makanan bersangkutan masih kooperatif sejauh ini. Penyedia tersebut diketahui memasok makanan ke beberapa sekolah, baik SD maupun SMP. Namun, keracunan terjadi di tiga sekolah tingkat SMP namun di sekolah lainnya tidak kena meski satu mitra SPPG. Menanggapi itu, Edy belum bisa memberikan penjelasan.

"Kurang tahu ya, itu kenapa bisa begitu. Kalau SD kan memang beda (menunya)," ucapnya.

Dalam insiden ini, jika hasil penyelidikan mengarah unsur kesengajaan, kafa Edy, pihak kepolisian membuka kemungkinan adanya unsur pidana apabila terbukti terdapat kelalaian atau kesengajaan.

Ya kalau itu ada unsur sengaja atau ada, ya ada pidananya,” pungkas Edy.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU