JOGJA - Proses revitalisasi Pasar Godean, Sleman terus menunjukkan progres signifikan. Saat ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa tahapan komunikasi dan sosialisasi dengan para pedagang sudah selesai. Tahap selanjutnya adalah pengundian lokasi lapak yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat, menyusul koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda).
Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengundang perwakilan pedagang dari sebelas komoditas untuk membahas zonasi dan penempatan di pasar yang baru.
“Proses komunikasi dengan pedagang sudah selesai. Kemarin sudah kita undang perwakilan dari sebelas komoditas. Mereka sudah sepakat dengan zonasi masing-masing dan penempatan di lantai yang telah ditentukan,” ujarnya, pada Rabu (13/8/2025).
Setelah tahap komunikasi itu, lalu tahap pengundian lokasi yang mana diperkirakan akan dilaksanakan setelah koordinasi lanjutan dengan Forkompimda selesai.
"Mereka nanti diundi kemudian mereka nanti akan melihat lapaknya. Setelah itu, dibangun
kelejep (tempat untuk berjualan). Dan sekarang mereka sudah berkomunikasi antar komoditas untuk membuatkan kelejepnya. Kami hanya mengawal dan mengawasi saja," jelasnya.
Lanjut Mae merinci, pedagang akan menempati lokasi baru sesuai zonasi yang telah disepakati. Lantai satu akan diperuntukkan bagi pedagang pakaian, lantai dua untuk pedagang jajanan atau kletikhan, sementara lantai tiga akan dimanfaatkan kembali untuk pedagang yang selama ini hanya menggunakan area tersebut sebagai gudang.
“Lantai tiga itu nanti ditempati pedagang yang selama ini tidak aktif, hanya pakai untuk gudang. Setelah semua selesai, area di lantai tiga sisi barat yang punya view bagus (perbukitan Menoreh) akan kita tata, kemungkinan ada tempat makan di sana,” imbuhnya.
Adapun total pedagang yang akan kembali menempati pasar tercatat sebanyak 18.378 pedagang. Mae menegaskan bahwa proses penataan akan diawasi ketat agar tidak ada lagi pedagang yang berjualan di luar area pasar.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Paguyuban agar tidak ada lagi pedagang yang berjualan di luar pasar,” tegasnya.
Adapun pembukaan kembali Pasar Godean ditargetkan pada pertengahan Oktober 2025, menunggu rampungnya pembangunan area parkir yang kini masih dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi kekhawatiran pasar sepi setelah revitalisasi dengan menyiapkan anggaran promosi.
"Kami sudah siapkan alokasi anggaran untuk promosi, publikasi di media sosial termasuk TikTok. Harapannya pasar tetap ramai setelah dibuka,” harapnya.
Penataan PKL Lapangan Pemkab Sleman
Selain revitalisasi Pasar Godean, Pemkab Sleman juga tengah melakukan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Lapangan Pemda. Berdasarkan pendataan Januari 2024, tercatat sekitar 260-an PKL yang berjualan pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu secara bergantian. PKL nantinya akan ditata di dua blok, yakni blok utara dan blok selatan, dengan sistem zonasi berbasis paguyuban. Saat ini proses fiksasi anggota paguyuban sedang dilakukan guna menghindari praktik jual beli lapak.
"Kami sedang fiksasi anggota agar tidak terjadi jual beli lapak. Kami pastikan si A yang ditempatkan, ya tetap si A yang berjualan, bukan dijual ke orang lain,” terangnya.
Untuk menjaga fungsi trotoar sebagai jalur pejalan kaki dan fasilitas olahraga, kawasan timur dan barat trotoar Lapangan Pemda akan steril dari pedagang. Penempatan lapak PKL akan dilakukan di area jalan dengan sistem dua shaf, mirip skema pasar tani.
"Kami pastikan trotoar tidak digunakan. Area pasar akan berada di jalan, dengan skema dua shaf, utara dan selatan, seperti pola yang sudah berjalan,” katanya.
Saat ini, para PKL belum dikenai retribusi. Ketentuan soal retribusi baru akan dibahas setelah proses penataan selesai.
"Belum. Tapi akan dibahas," pungkas Mae.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung