JOGJA - Gunung Rinjani dikenal sebagai salah satu ikon wisata alam nasional dengan lanskap yang menawan dan jalur pendakian yang menantang. Namun, popularitasnya juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan, terutama karena meningkatnya jumlah sampah yang ditinggalkan pengunjung.
Menyikapi hal itu, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Unit Sembalun Beralun, menggelar aksi bersih-bersih di jalur pendakian Gunung Rinjani. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (29/7/2025), menyusuri rute pendakian via Kandang Sapi di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan di kawasan wisata unggulan tersebut, yang selama ini kerap menghadapi persoalan sampah akibat tingginya aktivitas pendakian.
Koordinator program pemulihan lingkungan Tim KKN-PPM UGM, Naufal Ibra, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada pengumpulan sampah, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran warga dan pengunjung terhadap pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata alam.
"Kami ingin mengajak semua pihak, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Aksi kecil seperti ini kalau dilakukan bersama-sama dan berkelanjutan, bisa membawa dampak besar," kata Naufal saat dihubungi, Kamis (7/8/2025).
Sejak pagi, kata Naufal, para mahasiswa bersama pemuda Desa Sajang bergerak dari pintu masuk jalur pendakian dan menyusuri area bawah yang sering dilintasi pendaki.
"Sepanjang jalur, mereka memungut sampah plastik dan limbah lainnya yang tercecer di sekitar jalur pendakian. Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga," katanya.
Naufal menambahkan, melalui program KKN-PPM, UGM terus mendorong mahasiswanya untuk aktif dalam pengabdian kepada masyarakat dan pelestarian lingkungan. Aksi di Rinjani ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi kampus dalam mendukung pariwisata berkelanjutan.
"UGM ingin hadir sebagai bagian dari solusi atas tantangan lingkungan di Indonesia, khususnya di kawasan wisata alam. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat lokal merupakan langkah penting ke arah itu," tandas Naufal.
Salah satu pemuda Desa Sajang, Aading, mengaku senang dengan inisiatif yang dilakukan mahasiswa UGM tersebut. Ia menyebut kehadiran mahasiswa KKN di desanya membawa pengaruh positif bagi generasi muda.
"Kami merasa termotivasi. Kehadiran kakak-kakak KKN, terutama di Dusun Bawak Nao, membuat kami semakin semangat untuk berkontribusi dalam membangun desa," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keterangan Pers