Selasa, 29 JULI 2025 • 20:05 WIB

Suasana Rumah Duka Diplomat Arya Daru di Bantul Saat Konferensi Pers Polda Metro Jaya Hari Ini : Sepi Tapi Dua Mobil Terparkir

Author

Suasana rumah duka diplomat arya Daru di Banguntapan, Bantul, DIY, pada Selasa (29/7/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Suasana rumah duka almarhum Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), tampak sepi menjelang konferensi pers hasil akhir kasus kematiannya yang digelar oleh Polda Metro Jaya pada Selasa (29/7/2025) nampak sepi atau tak ada aktivitas sama sekali.

Pantauan di lokasi, rumah yang berada di kawasan Banguntapan, Bantul, DIY, tidak menunjukkan adanya aktivitas berarti sejak pukul 10.00 WIB. Pintu gerbang rumah tertutup rapat, dan tak terlihat lalu-lalang keluarga. Namun, dua unit mobil tampak terparkir di halaman, menandakan kemungkinan keberadaan penghuni di dalam rumah. Sesekali pengendara motor melintas di depan rumah, namun tidak ada tanda-tanda kegiatan.

Sebagaimana diketahui, Arya Daru (39) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar di sebuah kamar kos di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat pada 8 Juli 2025. Polda Metro Jaya hari ini dijadwalkan menggelar konferensi pers untuk menyampaikan hasil akhir penyelidikan atas kematian yang disebut sebagai kasus "tidak wajar" tersebut.

Tetangga Ragukan Unsur Bunuh Diri

Karena pihak keluarga belum bersedia memberikan keterangan, awak media mewawancarai seorang tetangga almarhum, Djadmiko (80), yang tinggal tepat di sebelah kediaman keluarga Arya.

"Soal yang katanya bunuh diri, saya lihat di TV, tapi ya saya masih ragu. Masa cuma nyongkel pakai obeng bisa terbuka begitu saja? Kurang percaya saya," ujar Djadmiko saat ditemui di depan rumahnya.

Menurut Djadmiko, almarhum dikenal sebagai sosok yang baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda memiliki masalah pribadi.

"Sehari-harinya biasa saja. Enggak pernah ada masalah. Meski saya enggak sering ngobrol, tapi saling sapa kalau ketemu. Tapi kalau lihat tingkah lakunya ya biasa aja, enggak ada tanda-tanda," imbuhnya.

Baca juga: Ditemukan Dalam Kondisi Kepala dilakban dan Tubuh Tertutup Selimut, UGM Desak Pengusutan Meninggalnya Diplomat Muda, Arya Daru Pangayunan

Djadmiko, salah satu tetangga diplomat Arya Daru di Bantul. (Olivia Rianjani) 
Ia juga mengungkapkan keraguannya atas dugaan bunuh diri karena melihat kondisi kamar kos yang disebut terlalu rapi.

"Kalau itu bunuh diri kok bisa rapi gitu ya? Trus katanya juga udah siap-siap mau berangkat, eh kok malah bunuh diri? Saya makin enggak percaya," ucapnya lagi.

Bahkan Djadmiko menduga adanya kemungkinan keterlibatan pihak lain.

"Menurut saya, bisa jadi yang punya kos itu punya kunci serep. Bisa saja masuk," katanya.

Pasca Kejadian, Rumah Terkunci

Dalam beberapa hari terakhir, suasana rumah duka memang tampak tertutup. Djadmiko menyebutkan bahwa pintu rumah selalu terkunci dan tidak tampak aktivitas keluar-masuk yang mencolok.

"Kalau ngobrol sama tetangga ya enggak. Rumah itu pintunya selalu kekunci," ujarnya.

Baca juga: Dirut PWNI RI Judha Nugraha Bantah Dugaan Kematian Arya Daru Pangayunan Meninggal Karena Jadi Saksi TPPO, Begini Faktanya

Menjelang waktu maghrib, awak media berusaha mengonfirmasi langsung dengan pihak keluarga. Setelah membunyikan bel di gerbang rumah, seorang asisten rumah tangga sempat keluar.

"Tunggu sebentar ya, saya tanyakan dulu," ujarnya singkat sebelum kembali masuk ke dalam rumah.

Namun hingga berita ini dinaikkan, belum ada tanggapan lebih lanjut dari pihak keluarga. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU