Kamis, 24 JULI 2025 • 15:10 WIB

Investor Siap Bangun Pengolahan Sampah di Sleman, Bupati Harda : Bisa Tampung Sampah Kota dan Bantul

Author


Bupati Sleman, Harda Kiswaya. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyatakan telah menerima investasi swasta dalam proyek pengolahan sampah yang diproyeksikan mampu menangani hingga seribu ton sampah per hari. Proyek ini diharapkan tidak hanya mengatasi persoalan sampah di Sleman, tetapi juga bisa membantu wilayah sekitar seperti Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.

Hal ini disampaikan Harda kepada awak media saat ditemui di Kantor Kepatihan Yogyakarta, pada Kamis (24/7/2025).

Sudah ada investasi yang masuk ke situ. Tiga bulan ini untuk sampah, Insya Allah masuk. Dan bahkan nanti akan bisa mampu menampung kesulitan sampah di kota. Karena kemampuan investor kami yang kerja sama dengan Pemkab sehari seribu ton,” ujarnya.

Proyek ini akan dibangun di wilayah Kecamatan Sleman dan telah melalui tahap sosialisasi awal di tingkat kelurahan. Pemkab Sleman pun telah mengajukan penggunaan tanah kas desa untuk lokasi pembangunan ke Pemerintah Provinsi DIY. 

Sudah sosialisasi pertama di level kelurahan. Kami sudah mengajukan tanah kas desa saya untuk dipakai ke Provinsi, sudah berjalan,” ungkapnya.

Pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini ditargetkan selesai dalam waktu sekitar delapan bulan. Fasilitas tersebut diperkirakan akan mampu menampung sampah dari wilayah Sleman dan Bantul.

Baca juga: Menko Zulhas Apresiasi Kopdes Sinduadi Sleman : Ada Dokter dan Apoteker

Saya sudah matur ke Pak Hasto (Wali Kota Yogyakarta) dan Pak Halim (Bupati Bantul) sekilas. Harapannya bisa kolaborasi,” katanya.

Pada skemanya ini, lanjut Harda, pihaknya kerja sama dengan pihak swasta menggunakan sistem pembayaran per ton. Harda menyebut tarif awal sebesar Rp 400 ribu per ton, namun akan semakin efisien jika lebih banyak daerah bergabung.

"Awal Rp 400 ribu dan itu hitungan masuk. Tapi kalau nanti bisa gabung Kota, Bantul, dan Sleman bisa kurang dari Rp500 ribu,” jelasnya.

Teknologi yang digunakan nantinya akan memisahkan sampah yang bisa dimanfaatkan dan yang tidak. Sampah tak berguna akan langsung diolah melalui insenerator. Selain itu, proyek ini juga diperkirakan menyerap sekitar 200 tenaga kerja lokal.

Yang tidak (bisa dimanfaatkan) langsung dibakar insinerator. Sehingga masih juga perlu tenaga kerja itu. Informasinya sekitar 200-an orang,” katanya.

Baca juga: Habiskan Rp 525 Juta, Wakil Bupati Sleman Danang Buka TMMD Sengkuyung Tahap III di Kalurahan Sindumartani

Adapun lahan yang dibutuhkan untuk proyek ini mencapai enam hektare. Mengenai potensi penolakan dari warga sekitar, Bupati mengaku belum masuk ke tahap itu. Namun ia menyatakan telah meninjau lokasi secara langsung.

"Kalau warga sekitar ada penolakan? Nah, itu kami belum masuk. Tapi secara sekilas saya sudah meninjau lokasi," pungkasnya .

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU