Jumat, 18 JULI 2025 • 13:35 WIB

Keren! Wakili Indonesia, Mahasiswi S-1Teknik Nuklir UGM Ini Jadi Pembicara Termuda di Konferensi Internasional IAEA di Austria

Author

Noor Fahima Wardaningrum, mahasiswi Program Studi Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadi pembicara termuda yang mewakili Indonesia dalam International Conference on Advanced Radiation Oncology (ICARO-4) di Austria. (Istimewa)

JOGJA - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama Noor Fahima Wardaningrum, mahasiswi Program Studi Teknik Nuklir, yang mana menjadi pembicara termuda yang mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi International Conference on Advanced Radiation Oncology (ICARO-4) yang digelar oleh Badan Tenaga Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) di Vienna, Austria, pada 2–5 Juni 2025.

Konferensi ini dihadiri oleh peserta dari 114 negara anggota IAEA dan menjadi wadah diskusi para profesional kesehatan, ilmuwan, dan fisikawan medis dunia dalam mengulas perkembangan teknologi radioterapi terkini dan tantangan dalam penerapannya.

Dalam sesi Special Paper Discussion yang berlangsung pada 2 Juni, Noor Fahima tampil percaya diri membawakan hasil penelitian berjudul “Urgency of Implementing Gamification in Microdosimetry Education for Proton Therapy in the Department of Nuclear Engineering and Engineering Physics Universitas Gadjah Mada," ujarnya, pada Jumat (18/7/2025).

Noor Fahima menyusun penelitian tersebut bersama dua rekannya, Marchelino Chrisrichy Cosmo Hutama dan Hanif Riadi.

"Jadi, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi urgensi pemanfaatan gamifikasi dalam pembelajaran mikrodismetri bagi mahasiswa Teknik Nuklir UGM, khususnya pada konsentrasi fisika medis untuk meningkatkan kapabilitas calon fisikawan medis di Indonesia dalam mempelajari terapi proton,” jelasnya.

Baginya, kesempatan tampil di forum internasional ini menjadi pengalaman berharga sekaligus batu loncatan untuk terus berkembang di tingkat global. Menurutnya, pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Nuklir UGM memiliki daya saing dan kapasitas untuk berkiprah di panggung ilmiah dunia.

"Ini adalah tonggak awal bagi saya untuk terus berkontribusi di dunia akademik dan riset, terutama dalam pengembangan fisika medis di Indonesia,” pungkas Noor Fahima.

Baca juga: Mantan Rektor UGM Prof Sofian Minta Maaf Usai Blak-Blakan di Live Streaming Terkait Polemik Ijazah Jokowi : Saya Setuju dengan UGM

Dari presentasinya tersebut mendapat apresiasi tinggi dari berbagai delegasi, termasuk pakar-pakar terkemuka di bidang fisika medis dunia. Salah satunya adalah Hany Ammar, Konsultan Fisika Medis dari Children’s Cancer Hospital, Mesir.

Presentasi yang sangat bagus dan menarik. Jarang sekali mahasiswa sarjana yang masih sangat muda bisa tampil seperti ini. Kamu harus bangga,” ucap Hany.

Pujian senada datang dari Prof. Manjit Dosanjh, pakar fisika medis dari University of Oxford, Inggris.

Presentasimu sangat baik dan inspiratif. Menyenangkan melihat semangat belajar dari generasi muda,” ujarnya.

Baca juga: Hasil Diskusi Summer Course 2025 di FKKMK UGM, Alasan Sebut Empat Penyakit Ini Jadi Beban Tertinggi di Indonesia

Delegasi dari berbagai negara seperti Qatar, India, Australia, Nigeria, Malaysia, dan Kanada juga memberikan apresiasi atas gagasan dan penyampaian Noor Fahima yang dinilai inovatif dan relevan dengan tantangan pendidikan fisika medis saat ini.

Selain itu, kebanggaan datang dari dalam negeri. dr. Angela Giselvania, Spesialis Onkologi Radiasi dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), mengaku kagum atas pencapaian Noor.

Masih mahasiswa sarjana, tapi mampu terpilih sebagai pembicara lisan dalam forum internasional. Ini luar biasa,” ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU