Tiga Dosen dan Lima UNY Ini Berdayakan Warga Bantul Olah Biji Jarak Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan : Bisa untuk Diesel
JOGJA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan perannya sebagai motor penggerak inovasi di tengah masyarakat melalui program "UNY Berdampak". Kali ini, UNY menggandeng warga Wirokerten, Bantul, untuk mengolah biji jarak pagar (Jatropha curcas L.) menjadi bahan bakar terbarukan jenis biodiesel.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pasar Blumbang Mataram, Wirokerten, Bantul, sebagai bagian dari Hibah Penugasan Guru Besar UNY. Tim pengabdian terdiri dari dosen Departemen Pendidikan Kimia Fakultas MIPA UNY, yakni Prof. Isana Supiah Yosephine Louise, Dr. Bernadetta Octavia, dan Heru Pratomo Aloysius, M.Si, bersama lima mahasiswa pendamping. Selain itu, melinatkan warga yang merupakan anggota Kelompok Sadar Wisata setempat.
Prof Isana menyampaikan, pada pelatihan ini yakni dimulai dari pengenalan tanaman jarak pagar, teknik pengolahan biji menjadi minyak dengan metode hidrolik dan soxhlet, hingga pembekalan kewirausahaan seperti pengemasan, penyimpanan, dan strategi pemasaran.
“Kami ingin program ini menjadi pemantik inovasi energi terbarukan yang berasal dari desa dan untuk masyarakat desa. Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi langkah nyata untuk mendukung transisi energi bersih dan peningkatan ekonomi lokal,” ujar Prof. Isana Supiah, Sabtu (12/7/2025).
Prof. Isana juga menjelaskan, minyak yang dihasilkan dari biji jarak bisa diolah menjadi biodiesel, yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.
"Biodiesel kan diproduksi dari sumber terbarukan seperti minyak nabati atau lemak hewani. Ini menjadikannya pilihan bahan bakar yang lebih berkelanjutan, terutama untuk kendaraan diesel,” jelasnya.
Baca juga: Menilik Sekolah Rakyat 19 Bantul Siap Beroperasi, Satu-Satunya Rombel Terbanyak
Sementara itu, Dr. Heru Pratomo menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga membangun jejaring antara kampus dan komunitas.
“UNY akan terus menghadirkan program-program pengabdian yang relevan, solutif, dan berdampak nyata. Terima kasih kepada Rektor UNY atas dukungan penuh serta Dekan FMIPA atas izin dan fasilitas yang diberikan,” ujarnya.
Baca juga: Tim KKN UGM Mengikuti Tradisi Adat Peletakan Batu Pertama Bangun Rumah Warga di Kepulauan Talaud
Ketua Desa Wisata Wirokerten, Reva Bimo Nugroho, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan tersebut membuka wawasan dan keterampilan warga dalam memanfaatkan potensi lokal.
"Kami sangat berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut. Bukan hanya dalam pengolahan biji jarak, tetapi juga untuk sektor lain seperti pengolahan hasil perikanan pasca panen menjadi produk olahan yang bisa dikemas sebagai frozen food dan dipasarkan secara luas,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keterangan Pers