Turut Semayamkan Almarhum Arya Daru di Yogya, Dirut PWNI RI Judha Nugraha Sebut Arya Akan ditugaskan ke KBRI Helsinki Akhir Bulan Juli 2025
JOGJA - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Arya Daru Pangayunan, pegawai negeri sipil (ASN) yang telah berdedikasi tinggi dalam berbagai penugasan diplomatik dan kemanusiaan.
Hal ini disampaikan Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemenlu RI, Judha Nugraha, yang turut hadir dan menyampaikan sambutan duka mendalam. Dalam sambutannya, Judha mengenang almarhum sebagai pribadi yang pekerja keras, berdedikasi tinggi, dan sangat peduli terhadap sesama.
Jenazah almarhum diberangkatkan dari Jakarta pada Selasa, (9/7/2025) sekitar pukul 06.00 WIB dan tiba di Yogyakarta sekitar pukul 15.00 WIB melalui jalur tol dengan pengawalan Patwal. Setibanya di Yogyakarta, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di kediaman mertuanya, Prof. Dr. Basu Swasta, di Jl. Munggur 6, Jomblang, Janti, Bantul, DIY.
“Mas Daru bukan sekadar rekan kerja, beliau adalah sahabat bagi kami semua. Beliau dikenal sebagai sosok yang humble, ceria, dan suka menolong, baik kepada rekan-rekan senior maupun junior,” ujar Judha.
Almarhum Arya Daru diketahui telah menjalani berbagai penugasan penting, termasuk penempatan luar negeri di KBRI New Delhi dan KBRI Buenos Aires. Sejak tahun 2022, almarhum bergabung di Direktorat Perlindungan WNI, di mana ia turut membantu banyak warga negara Indonesia yang menghadapi permasalahan di luar negeri.
“Kami menyaksikan sendiri bagaimana beliau membopong anak-anak terlantar dan bahkan mengevakuasi bayi. Pengabdiannya luar biasa,” ucapnya sembali menahan isak tangis.
Rencananya, kata Judha, almarhum akan mengemban tugas baru di KBRI Helsinki, Finlandia, pada akhir bulan Juli ini. Namun, Tuhan berkehendak lain.
"(Padahal) Kami sedang mempersiapkan tugas baru buat Mas Daru yang akan berangkat bertugas ke KBRI Halsinski akhir bulan. Namun Allah ternyata memiliki rencana yang lain. Tapi sayang, keputusan ini menjadi keputusan bishawab, tapi kita harus yakin bahwa Allah adalah pemilik dan sebaik sebaik - baiknya pemilik semesta, Insya Allah almarhum Husnul khotimah," tuturnya masih menahan tangis.
Prosesi pemakaman dilakukan di pemakaman umum Sunten, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari rumah duka. Dan sebagai wujud penghormatan terakhir, Judha Nugraha nampak terlihat menggotong jenazah ke peristirahatan terakhirnya.
“Meskipun Mas Daru telah tiada, beliau tetap bagian dari keluarga besar kami. You are always our family," pungkas Judha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung