Update Terbaru Usai Insiden Laka Laut Menimpa Mahasiswa UGM di Maluku Tenggara, Wakil Rektor Arie Sujito : Mahasiswa yang Trauma difasilitasi Pulang
JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), khususnya di lokasi-lokasi luar Jawa, pasca insiden di Maluku Tenggara yang menyebabkan dua mahasiswa meninggal dunia. Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito menyebut keselamatan mahasiswa menjadi prioritas utama.
"Keselamatan itu yang paling utama. Karena itu, ketika ada mahasiswa yang ingin ditarik, kami selalu tanyakan kepada mereka. Kalau ada yang trauma, kita fasilitasi untuk pulang. Tapi kalau ada yang ingin melanjutkan, ya kita kurangi porsi aktivitas agar lebih hati-hati," ujar Arie saat ditemui, pada Sabtu (5/7/2025).
Arie menyampaikan, UGM bekerja sama dengan Kagama (Keluarga Alumni Gadjah Mada) serta pemerintah daerah setempat, seperti NTB, Jawa Timur, hingga Maluku Tenggara dan Universitas Pattimura (Unpati), dalam proses evakuasi jenazah dan pendampingan mahasiswa di lapangan.
"Pemulangan jenazah bisa dilakukan dengan baik berkat bantuan banyak pihak, terutama Kagama. Kami juga sudah bertemu dengan keluarga korban untuk memberikan pendampingan psikologis, termasuk juga kepada mahasiswa yang selamat,” ujarnya.
Sosiolog sekaligus Dosen Fisipol UGM itu kembali menegaskan bahwa UGM terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak untuk memperbaiki prosedur KKN ke depan, termasuk memperketat prasyarat sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.
"Rektor sudah memberi arahan agar kami memperkuat aspek safety. Ke depan, prasyaratnya akan lebih ketat, misalnya wajib bisa berenang, dan lainnya. Ini menyusul kondisi alam yang kadang tidak bisa diprediksi seperti gelombang besar atau cuaca ekstrem,” tegas Arie.
Terkait kondisi terkini mahasiswa KKN yang masih berada di Maluku Tenggara, Arie menyebut ada yang menunjukkan tanda-tanda trauma setelah kehilangan dua rekan mereka. Pihak UGM, kata dia, terus memantau kondisi mereka secara intensif.
"Kalau misalnya sekarang mereka merasa kuat dan tetap melanjutkan, tetapi seminggu kemudian merasa tidak nyaman, ya akan kami tarik. Yang penting aman dan nyaman,” ujarnya.
Agar kejadian tersebut tidak terulang, saat ini UGM memberikan arahan kepada mahasiswa KKN di berbagai wilayah selama dua hari sekali. Ini menurutnya, untuk mengantisipasi kondisi cuaca buruk yang sedang melanda sejumlah daerah di Indonesia akhir-akhir ini.
"Sekarang kita dua hari sekali mengirim arahan untuk mengingatkan di wilayah lain soal cuaca yang akhir-akhir ini cukup buruk,” imbuhnya.
Baca juga: Momen Rektor Hingga Mahasiswa UGM Gelar Doa Bersama untuk Mendiang Septian dan Bagus
UGM juga berencana memperkuat kerja sama dengan Universitas Pattimura dalam program KKN di Maluku Tenggara untuk meningkatkan kewaspadaan dan memberikan keterampilan dasar bagi mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan di lapangan.
"Sekali lagi kami berencana KKN di UGM yang aman berkolaborasi dengan UNPATI itu di Maluku Tenggara untuk memberi arahan dan skill sekaligus kehati-hatian sekaligus untuk mengingatkan mahasiswa," pungkas Arie.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung