Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 02 JULI 2025 • 14:40 WIB

Tragedi Kecelakaan Laut Mahasiswa KKN UGM di Maluku Utara, Mahasiswa Selamat Akan ditarik Atau Lanjut? Begini Kata UGM

Tragedi Kecelakaan Laut Mahasiswa KKN UGM di Maluku Utara, Mahasiswa Selamat Akan ditarik Atau Lanjut? Begini Kata UGMSekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Djarot Heru Santoso, saat ditemui pada Rabu (2/7/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan duka mendalam dan telah menindaklanjuti peristiwa kecelakaan laut yang menimpa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Mayeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Peristiwa tragis ini terjadi pada 1 Juli 2025 WIT, yang mengakibatkan dua mahasiswa meninggal dunia, dan tiga lainnya dirawat di rumah sakit. 

Dua korban meninggal dunia telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Sementara tiga mahasiswa lainnya saat ini dalam kondisi membaik, dua di antaranya sudah dinyatakan sehat dan keluar dari perawatan medis.

Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. Djarot Heru Santoso, M.Hum., menyampaikan bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu wilayah yang sudah cukup dikenal oleh UGM karena telah menjadi tempat KKN selama beberapa tahun terakhir.

Kalau tidak tiga ya empat kali. (Syarat) Minimal tiga kali di lokasi yang sama di kecamatan itu. Mungkin bergeser desa sesuai program, juga permintaan dari camat. Artinya memang untuk urutan keadilan, pindah-pindah desa. Tapi masyarakat di sana sudah sangat mengenal KKN UGM,” ujar Djarot usai konferensi pers di UGM, Selasa (2/7/2025).

Djarot juga menegaskan bahwa baik warga maupun mahasiswa sudah terbiasa dengan transportasi laut karena kondisi geografis kepulauan yang mengharuskan mobilitas menggunakan perahu.

Transportasi utama di pulau itu memang perahu. Perahunya pun hanya perahu biasa. Mahasiswa sudah terbiasa karena memang itulah jalur antar dusun di sana,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa tim dari UGM telah bergerak cepat, termasuk pihak fakultas terkait langsung berkoordinasi dengan keluarga korban. Tim dari Fakultas Teknik saat ini sudah berada di Lombok untuk proses penjemputan jenazah, sementara tim dari Fakultas Kehutanan sedang dalam perjalanan menuju Surabaya untuk membawa jenazah ke Bojonegoro.

Dekan dan wakil dekan Fakultas Teknik langsung menghubungi keluarga korban sejak kejadian. Fakultas Kehutanan juga sudah bergerak. Kami sangat concern terhadap ini,” imbuhnya.

Atas tragedi itu, aktivitas KKN di lokasi kejadian untuk sementara dihentikan demi proses pemulihan dan evaluasi. Pihak UGM akan mengutamakan pendampingan dan keselamatan mahasiswa sebelum mengambil keputusan lanjutan.

(Bukan ditarik) Saat ini dihentikan dulu untuk pemulihan. Nanti kita evaluasi. Kalau adik-adik mahasiswa memang ingin berhenti dulu, kita ikuti. Tapi kalau mereka masih ingin bertahan, masyarakat juga sudah siap. Jadi kami belum bisa memberi pernyataan pasti soal penarikan,” ujarnya.

Ditanya terkait kemungkinan akan memberlakukan persyaratan mahasiswa KKN utamanya diwilayah kepulauan, ujar Djarot, meski belum ada syarat wajib terkait kemampuan berenang bagi mahasiswa yang mengikuti KKN di wilayah kepulauan, namun ia menyebut, para mahasiswa telah melakukan persiapan matang bahkan sejak satu tahun sebelumnya.

Mereka memang mengambil lokasi seperti itu, dan mereka sudah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari lewat kakak tingkatnya. Jadi sudah saling transfer pengetahuan. Bahkan DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) juga memiliki grup WA dengan para orang tua mahasiswa,” ungkapnya.

Diketahui, total ada 28 mahasiswa UGM ditambah 5 mahasiswa dari Universitas Pattimura (UNPATI) yang tergabung dalam satu unit KKN di Kecamatan Mayeuw. Mereka ditempatkan di dua kelurahan (Ohoi) di wilayah tersebut. KKN UGM juga memiliki satu unit lain di wilayah administratif Kota Tual.

Baca juga: UGM Tindaklanjuti Kecelakaan Dua Mahasiswa KKN Tenggelam di Maluku Tenggara : Fokus Evaluasi

Memiliki Program Buat TPS 

Sebagai informasi, program KKN mahasiswanya dilokasi itu, kali ini mengusung misi edukasi dan pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis masyarakat pesisir. Di antaranya, pembangunan tempat pembuangan sampah awal dan edukasi lingkungan hidup, termasuk pemanfaatan sisa material untuk mendukung program terumbu karang buatan guna menunjang sektor perikanan.

"Ide itu mungkin kan mereka untuk menyederhanakan yang di pinggir-pinggir pantai itu mungkin ada tambahan. Itu mungkin. Saya tidak tahu pasti apakah ada kerusakan itu. (Yang jelas) Tema UGM KKN itu sudah komunikasi dengan warga setempat," pungkas Djarot.

Baca juga: Tragedi Kecelakaan Laut Menimpa Mahasiswa UGM di Maluku Tenggara, Sekretaris Pengabdian Masyarakat Sebut Jadi Lokasi Favorit KKN : Sudah Tiga Kali

UGM kini fokus pada proses pemulihan, pendampingan, dan evaluasi menyeluruh demi keselamatan seluruh peserta KKN di lapangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tragedi Kecelakaan Laut Mahasiswa KKN UGM di Maluku Utara, Mahasiswa Selamat Akan ditarik Atau Lanjut? Begini Kata UGM

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!