JOGJA - Lantunan suara merdu tiba-tiba menggema di area keberangkatan Stasiun Yogyakarta (Tugu) pada Senin (1/6/2026). Untuk pertama kalinya, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta (PSM UAJY) menggelar aksi menyanyi langsung di depan para penumpang kereta api. Bukan tanpa alasan, aksi ini merupakan bagian dari gerakan "ngamen" untuk menggalang dana demi keberangkatan mereka ke ajang kompetisi internasional di Busan, Korea Selatan, pada Oktober 2026 mendatang.
Selain di stasiun, kelompok paduan suara berprestasi ini juga menyisir sejumlah titik strategis di Yogyakarta untuk mengetuk hati masyarakat.
Ketua PSM UAJY, Anggriyani Meta, membeberkan sejumlah rute yang biasa mereka lalui selama melakukan aksi penggalangan dana jalanan ini.
"Kalau ngamen biasanya di Prawirotaman, di daerah Mangkubumi, sama di Kuliner UGM. Juga di daerah Mrican juga kami pasti sering ke sana juga. Itu rute yang biasa kami jalanin," ujarnya, saat ditemui di sela-sela aksi mereka, Senin (1/6/2026).
Untuk mempermudah masyarakat maupun wisatawan yang ingin berbagi, pengurus PSM UAJY juga sudah menyiapkan fasilitas penampungan dana yang modern, mulai dari kotak konvensional hingga kode bar pembayaran digital.
"Iya betul, ada QRIS-nya, ada standing QRIS-nya, ada kotaknya juga ada," kata Anggriyani.
Butuh Dana Hingga Rp 500 Juta
Perjalanan menuju kompetisi tingkat dunia tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Anggriyani mengungkapkan bahwa total dana yang dibutuhkan oleh seluruh anggota tim agar bisa terbang ke Korea Selatan mencapai ratusan juta rupiah. Aksi turun ke jalan ini pun murni merupakan inisiatif dari jajaran pengurus untuk meringankan beban finansial anggota.
"Dana untuk semua anggota, kurang lebih 400 sampai 500 juta," katanya.
Sementara itu, Koordinator Materi PSM UAJY, Agnes Artika Manik mengatakan meski dana melalui "Ngamen" itu, menurutnya pihak kampus turut memberikan dukungan finansial. Namun, ia menyebut aksi "ngamen" ini dinilai sangat membantu memangkas biaya mandiri yang harus dikeluarkan oleh tiap mahasiswa.
"Ada support (dari kampus), tentu saja. Yang dari 'Ngamen' ini buat bantu iuran dari teman-teman juga biar berkurang juga, biar enggak berat banget," jelasnya.
Di samping fokus mengumpulkan materi, persiapan teknis terus digodok matang oleh tim PSM UAJY. Sejak bulan lalu, para penyanyi muda ini sudah mengintensifkan porsi latihan demi menampilkan performa terbaik di Busan, Korea Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung