Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 31 MEI 2026 • 21:50 WIB

Punya Sentra Jahe dan Kunyit, Dosen UMY Akan Sulap Kalurahan Semoyo Gunungkidul Jadi Desa Wisata Edukasi Herbal

Punya Sentra Jahe dan Kunyit, Dosen UMY Akan Sulap Kalurahan Semoyo Gunungkidul Jadi Desa Wisata Edukasi HerbalPengabdian masyarakat oleh dosen UMY di Kalurahan Semoyo, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DIY. (Istimewa)

JOGJA - Kalurahan Semoyo, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DIY, dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis edukasi herbal. Sayangnya, pengembangan potensi lokal ini sempat mengalami stagnasi akibat mandeknya roda organisasi pengelola pariwisata di wilayah tersebut.

Melihat kondisi itu, dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Muhammad Eko Atmojo, S.IP., M.IP., turun tangan melakukan program pengabdian masyarakat. Program yang bertajuk  "Melembagakan dan Mensinergikan Desa Wisata Berkelanjutan" ini digelar belum lama ini di Kalurahan Semoyo.

Baca juga: Veda Ega Tembus 10 Besar Moto3, Pemkab Gunungkidul Janjikan Sirkuit Permanen Bakal Dibangun

Eko menjelaskan bahwa wilayah tersebut sebenarnya modal alam dan sosial yang sangat kuat untuk berkembang.

"Kalurahan Semoyo memiliki potensi yang cukup kuat di bidang wisata edukasi herbal. Di sana sudah terbentuk sentra jahe dan kunyit yang menjadi kekuatan lokal masyarakat. Potensi seperti ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi desa wisata berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat setempat berada pada aspek kelembagaan. Meski lembaga pengelola pariwisata sudah pernah dibentuk, keberadaannya tidak lagi aktif. Hal inilah yang mendorong perlunya penyegaran organisasi hingga pembentukan ulang struktur pengurus desa wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Melalui program pengabdian ini, Eko bersama pemerintah kalurahan dan warga setempat mencoba membangun kembali sinergi tersebut. Langkah awal difokuskan pada pendampingan serta penguatan pemahaman mengenai pentingnya tata kelola kelembagaan agar arah pengembangan wisata menjadi lebih jelas dan tidak berjalan secara sporadis.

"Desa wisata tidak cukup hanya memiliki potensi, tetapi juga membutuhkan lembaga yang mampu mengelola dan menggerakkan masyarakat. Karena itu, pendampingan ini difokuskan pada penguatan kelembagaan, mulai dari pemahaman tata kelola hingga pembentukan kembali Pokdarwis agar pengembangan wisata dapat berjalan lebih terstruktur," jelas Eko.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memberikan sosialisasi mengenai peraturan gubernur terbaru yang mengatur tentang kelembagaan desa wisata. Tak hanya teori, tim juga mengawal langsung proses pembentukan kembali Pokdarwis sebagai motor penggerak utama di lapangan.

Agenda ini disambut positif oleh sekitar 20 calon pengurus dan perwakilan warga yang hadir. Mereka langsung bergerak aktif menyusun langkah strategis demi menghidupkan kembali sektor pariwisata desa.

"Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka bahkan mulai menyusun rencana pembentukan pengurus Pokdarwis baru dan mengidentifikasi potensi utama yang bisa dikembangkan dalam sektor wisata. Ini menjadi langkah awal yang baik untuk membangun desa wisata yang lebih hidup dan berkelanjutan," terang Eko.

Baca juga: Khutbah Idul Adha 1447 H, Rektor UMY: Esensi Kurban Bukan Sekadar Sembelih Hewan, Tapi Kikis Sifat Kikir

Sehingga, melalui program ini, diharapkan Pokdarwis Kalurahan Semoyo dapat segera terbentuk secara resmi dan langsung tancap gas. 

"Sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah kalurahan diharapkan mampu mengubah potensi sentra jahe dan kunyit menjadi motor penggerak ekonomi serta sosial yang berkelanjutan bagi warga Semoyo," pungkas Eko.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Punya Sentra Jahe dan Kunyit, Dosen UMY Akan Sulap Kalurahan Semoyo Gunungkidul Jadi Desa Wisata Edukasi Herbal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!