JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menunjukkan dukungan total bagi putra daerah yang tengah berlaga di kejuaraan dunia, Veda Ega Pratama. Dukungan tersebut diwujudkan melalui acara Nonton Bareng (Nobar) Grand Prix Moto3 yang digelar di Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, Minggu (31/5/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga ini menjadi ruang bagi masyarakat serta jajaran pemkab untuk menyatukan doa bagi pembalap muda bertalenta tersebut. Nobar ini juga dimeriahkan oleh komunitas motor Mons 54 serta hiburan dari Gunungkidul Music Community.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengaku sangat bangga atas pencapaian Veda Ega Pratama. Di matanya, Veda bukan lagi sekadar atlet daerah, melainkan ikon yang membawa nama harum Gunungkidul, DI Yogyakarta, dan Indonesia ke panggung internasional.
Secara khusus, ia mengapresiasi perjuangan Veda dan sang ayah, Sudarmono, yang memulai segalanya dari keterbatasan. Veda diketahui mengawali karier balapnya dengan berlatih di area Pasar Hewan Siyono.
"Keterbatasan fasilitas dan sarana latihan tidak menyurutkan semangat. Kesulitan-kesulitan yang dihadapi adalah bagian dari proses menaikkan kelas Veda menjadi juara dunia," ujar Endah.
Keberhasilan Veda tersebut, Endah memberi sinyal hijau terkait wacana pembangunan fasilitas sirkuit permanen di masa depan.
Menurutnya, langkah ini menyusul kesuksesan pemkab sebelumnya yang telah membangun berbagai venue olahraga untuk ajang PORDA. Kendati demikian, proyek besar ini diakui memerlukan perencanaan dan pengkajian yang matang, terutama dari sisi anggaran.
"Langkah ini merupakan bagian dari visi jangka panjang pemerintah untuk melahirkan bibit-bibit atlet baru setelah sebelumnya sukses membangun berbagai venue olahraga untuk ajang PORDA," ucapnya.
"Kami sudah mulai berpikir di mana lokasi yang pas dan berapa anggaran yang dibutuhkan. Hal ini perlu didiskusikan lebih dalam dengan memperhitungkan kemampuan keuangan daerah," sambung Endah.
Sehingga, ia berharap kegigihan Veda bisa menular kepada para atlet muda Gunungkidul lainnya, terutama mereka yang saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi seleksi Pekan Olahraga Daerah (Porda). Pemkab berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi anak muda berprestasi di bidang olahraga, seni, budaya, hingga pendidikan.
"Satu orang pemuda bisa mengubah dunia, dan Veda adalah orangnya dari Kabupaten Gunungkidul," tegas Endah.
Dalam balapan Moto3 yang berlangsung penuh ketegangan tersebut, Veda sempat merangsek hingga ke posisi keempat. Meskipun persaingan berjalan sengit, pemuda asal Gunungkidul ini akhirnya berhasil menyentuh garis finis di urutan kedelapan.
Hasil ini dinilai sebagai pencapaian luar biasa dan berkah tersendiri, mengingat tahun ini adalah musim perdana (rookie) bagi Veda untuk beradaptasi dengan spesifikasi motor dan rival-rival baru di level dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA