Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan tersebut mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) serta maklumat resmi terkait hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Menindaklanjuti keputusan itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY menyiapkan total 1.374 titik pelaksanaan salat Idul Fitri yang tersebar di lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sekretaris PWM DIY, Arif Jamali, mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil koordinasi berjenjang dari tingkat wilayah hingga ranting.
"Sampai hari ini kami sudah menyediakan total 1.374 lokasi salat Id yang tersebar di seluruh penjuru kabupaten dan kota di wilayah DIY," ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, penentuan lokasi melibatkan berbagai struktur organisasi Muhammadiyah, mulai dari tingkat daerah hingga ranting, guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan nyaman.
"Ribuan titik tersebut merupakan hasil koordinasi antara PWM DIY dengan seluruh struktur organisasi di bawahnya," katanya.
Baca juga: Takbir Keliling di Kota Jogja Dibatasi, Polisi Siapkan 769 Personel dan 15 Titik Penyekatan
Berdasarkan data yang dihimpun, Kabupaten Gunungkidul menjadi wilayah dengan jumlah titik terbanyak, yakni 378 lokasi. Disusul Kabupaten Sleman sebanyak 303 lokasi, Kabupaten Bantul 276 lokasi, Kota Yogyakarta 236 lokasi, serta Kabupaten Kulonprogo dengan 181 lokasi.
Di tingkat kecamatan, sejumlah wilayah tercatat memiliki konsentrasi tinggi, di antaranya Semin dan Karangmojo di Gunungkidul, Ngaglik di Sleman, Umbulharjo di Kota Yogyakarta, Piyungan di Bantul, serta Pengasih di Kulonprogo.
Selain itu, sejumlah titik ikonik di Kota Yogyakarta dipastikan menjadi lokasi pelaksanaan salat Id, seperti kawasan Alun-alun Kidul, Lapangan Sewandanan Pura Pakualaman, hingga kawasan Taman Budaya Yogyakarta dan Mandala Krida.
Tak hanya fokus pada penyediaan lokasi, Muhammadiyah DIY juga mendorong pelaksanaan salat Id yang ramah lingkungan dengan konsep minim sampah.
Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri 1447 H Pada 20 Maret 2026, Haedar Nashir Imbau Hormati Perbedaan
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di area pelaksanaan ibadah.
"Harapan kami, para jamaah bisa mewujudkan salat Id minim sampah atau zero waste Ied sebagai bentuk dakwah lingkungan atau ekoteologi agar ibadah lebih khusyuk, bermakna, dan diridhai Allah," pungkas Arif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung