Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 15:30 WIB

Pemudik ke DIY diprediksi Turun Jadi 143 Juta, Dishub Lakukan Jalur Fungsional Tol Ini Antisipasi Macet Lebaran 2026 Mulai 13 Maret

Pemudik ke DIY diprediksi Turun Jadi 143 Juta, Dishub Lakukan Jalur Fungsional Tol Ini Antisipasi Macet Lebaran 2026 Mulai 13 MaretPotret gerbang Tol Prambanan - Purwomartani sepanjang 11,48 KM. (Istimewa)

JOGJA - Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) memprediksi jumlah pergerakan pemudik pada Lebaran 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Prediksi tersebut mengacu pada data dari Kementerian Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan, pada 2025 jumlah pergerakan pemudik tercatat sekitar 154 juta orang, sedangkan tahun ini diperkirakan turun menjadi sekitar 143 juta orang.

"Kalau kami masih menggunakan prediksi dari Kementerian Perhubungan ya, sekitar kalau tahun kemarin itu sekitar 154-an, sekarang turun 143-an. Jadi ini yang kami persiapkan untuk koordinasi dengan semua stakeholder yang terlibat," ujarnya kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (19/2/2026).

Baca juga: Sebut Tol Solo - Jogja dan YIA Kulon Progo diprediksi Jadi Ramai Pemudik 2026, Jasa Marga Siapkan Rekayasa Lalin Ini

Menurut Erni, penurunan jumlah pemudik kemungkinan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca yang akhir - akhir ini tidak menentu.

"Ya, mungkin cuaca juga mempengaruhi ya, saat ini kondisi semuanya seluruh Indonesia kurang baik-baik saja. Tapi sebenarnya polanya ini kan berbeda ya, Nataru sama ini. Kalau Nataru itu kan wisata, kalau ini kan mudik," katanya.

Selain itu, bisa jadi sebagian masyarakat memilih tidak mudik karena mempertimbangkan situasi saat ini atau karena keluarga sudah berada di kota tempat mereka bekerja.

"Barangkali juga masyarakat sudah mungkin melihat situasi itu juga mungkin juga enggak usah mudik enggak apa-apa. Tapi karena mungkin juga keluarga sudah enggak ada di sini juga mungkin ada di tempat bekerjanya sekarang, bisa jadi seperti itu," tutur Erni.

Namun, ia menyebut bahwa pergerakan pemudik tidak hanya menuju Yogyakarta, tetapi juga ke wilayah lain seperti Jawa Barat yang jumlahnya cukup besar.

Terkait persiapan teknis lalu lintas itu, ia mengaku Dishub DIY masih menyusun draf pengaturan terbaru dan akan melakukan klarifikasi bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kabupaten/kota.

"Draft baru masih kami proses persiapan dan kita belum ketemu. Jadi nanti kita akan klarifikasi dengan semua stakeholder, terutama kabupaten kota juga," katanya.

Sehingga, untuk pengaturan lalu lintas tersebut, kata dia, skema yang diterapkan serupa dengan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), yakni menyiapkan jalur alternatif guna mengurangi potensi kemacetan.

"Tapi yang jelas arus lalu lintas kita atur sama seperti di Nataru, ada jalur alternatif. Kemudian juga mengurangi kemacetan seperti apa itu memang dengan jalur-jalur alternatif yang kami informasikan nanti kepada semua masyarakat," jelas Erni.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengoperasian jalur fungsional di wilayah ruas tol Purwomartani Kabupaten Sleman. Erni menyebut jalur tersebut nantinya difungsikan untuk arus keluar (out), bukan masuk (in).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Doorstop

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemudik ke DIY diprediksi Turun Jadi 143 Juta, Dishub Lakukan Jalur Fungsional Tol Ini Antisipasi Macet Lebaran 2026 Mulai 13 Maret

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!