Kepala Disdikpora DIY, Suhirman. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Menindaklanjuti dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum guru berinisial IM di salah satu SLB di Kota Yogyakarta kini sudah mendapat atensi dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY.
Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, mengatakan pihaknya akan segera memproses kasus tersebut sesuai regulasi yang berlaku. Saat ini, IM ditarik sementara dari tugas mengajar sambil menunggu hasil pemeriksaan.
"Ya nanti kita proses atasnya langsung. Setelah itu kami membentuk tim. Timnya nanti ada dari Pak Gubernur, kemudian ada Satgas yang membentuk lagi dari tim tadi," ujarnya kepada wartawan dikantornya, Jumat (20/2/2026).
Suhirman menyampaikan, untuk menjaga stabilitas kegiatan belajar mengajar di sekolah, IM sementara dipindah tugaskan (ditarik) dari lingkungan Disdikpora.
"Surat tugas dulu, belum sampai ke SK. Dari surat tugas itu pindah untuk pelaksanaan biar lancar. Dalam pemeriksaan ini masih sementara ya, menunggu keputusan nanti," jelas Suhirman.
Karena itulah, ia menegaskan bahwa IM sementara ini tidak diberikan tugas mengajar.
"Iya, tidak dikasih tugas ngajar," ucapnya.
Menurut Suhirman, berdasarkan informasi awal, IM disebut mengakui perbuatannya kepada kepala sekolah. Namun detail pengakuan tersebut masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
"Kalau garis besar seperti yang diberitakan juga mengakui ya, tapi detailnya kan ada secara pemeriksaan,” ungkapnya.
Terkait dugaan frekuensi kejadian, Suhirman menyebut pihaknya masih menunggu laporan resmi dari sekolah.
"Detailnya belum. Kemarin kepala sekolah belum menyampaikan. Informasinya mungkin satu atau dua kali, tidak terus-terusan,” jelasnya.
Baca juga: Oknum Guru PNS di SLB Kota Jogja Dilaporkan ke Polisi, diduga Lecehkan Siswinya Sejak November 2025
Diketahui, IM merupakan guru yang berstatus PNS dan baru diangkat pada 2023 setelah sebelumnya mengajar di sekolah (SLB) swasta. Serta IM diketahui memiliki istri dan anak. Karena itulah, Disdikpora DIY juga membuka kemungkinan penelusuran lebih lanjut terkait riwayat mengajar IM di sekolah sebelumnya.
"Kemungkinan kepengembangannya segitu juga, pengembangan informasi. Tapi kemarin ada beberapa informasi ke tempat yang baru itu tidak ada (sekolah sebelumnya)," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung