Konferensi pers Polsek Umbulharjo Kota Yogyakarta, Selasa (10/2/2026). (Olivia Rianjani)
JOGJA - Kasus pencurian atau jambret handphone yang dilakukan oleh seorang pria berinisial WY (38) atau Koko alias Siheng, menjadi viral di media sosial setelah korban, seorang mahasiswi berinisial EA (21) asal Sukoarjo, berani mengejar dan menabrak pelaku pada Senin (9/2) sekitar pukul 17.00. WY, yang beralamat di Semaki Gede, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, merupakan karyawan swasta.
Kapolsek Umbulharjo, Hellga Dimas Prakosa, mengungkapkan kejadian bermula saat korban bersama saksi bernama Yunda mengendarai sepeda motor bersama korban.
"Tiba-tiba dipepet oleh terduga pelaku dari sebelah kiri. Dan kemudian terduga pelaku ini mengambil handphone yang diletakkan oleh korban di dashboard motor depan bagian kiri," ujarnya, dalam konferensi persnya, di Mapolsek Umbulharjo, Selasa (10/2/2026).
Setelah mengambil handphone, pelaku melarikan diri. Korban spontan mengejar hingga terjadi tabrakan. Pelaku sempat berlari sebelum akhirnya ditangkap oleh warga. Polisi mengungkapkan bahwa pelaku mengintai korban.
"Jadi pelaku itu kalau kami baca mobile-ing dia sifatnya. Ketika berpapasan dengan korban, pelaku melihat bahwa di dashboard sebelah kiri terdapat handphone. Setelah pelaku merasa bahwa handphone itu bisa diambil, kemudian pelaku memepetkan motornya dan mengambil handphone tersebut," ungkap Hellga.
Namun, sebelum kejadian pukul 17.00 tersebut, pelaku sudah melakukan pencurian serupa terhadap korban lain di Kelurahan Tahunan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
"Sebelum kejadian pada pukul 17.00, jadi sebelumnya juga pelaku ini sudah melakukan pencurian yang sama. Diawali dengan hampir sama, korban mengendarai motor kemudian pelaku memepet korbannya dan mengambil handphone yang berada di dashboard kendaraan," ungkap Hellga.
Saat kejadian itu, pelaku sempat mengganti pakaian antara kejadian pertama dan kedua karena pelaku merasa sudah dihafal oleh warga sekitar.
"Dari kejadian pertama ke kejadian kedua, pelaku ini sempat mengganti bajunya. Ini adalah baju yang kejadian pertama, pelaku menggunakan jaket dan celana jeans. Setelah mengganti baju, terjadilah kejadian yang kedua," bebernya.
Alasan mahasiswi EA berani menabrak pelaku karena spontanitas dan merasa dirugikan karena ulah pelaku, yang mana handphonenya tiba-tiba diambil dan korban juga refleks akhirnya melakukan pengejaran dan terjadilah kecelakaan tersebut.
"Jarak pengejarannya sekitar 100 meter dari Jalan Menteri Supeno sampai titik tabrakan di Jalan Pakel Baru," ujar Hellga.
Kondisi Pelaku dan Korban
Hellga menyebut, saat ini kondisi pelaku hanya mengalami luka goresan saja dan korban tidak terjatuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung