Gempa bumi pacitan dini hari, Kamis (5/2/2026). (Istimewa)
JOGJA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 21 kali gempa susulan setelah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah selatan Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari. BMKG memastikan rangkaian gempa tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas Sesar Opak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, mengatakan hingga saat ini gempa susulan masih terus dimonitor. Namun, kekuatannya dilaporkan semakin melemah.
"Untuk susulan kami masih mencatat dan kekuatannya semakin kecil," ujarnya saat dihubungi, Jumat (6/2/2026).
Ia menegaskan bahwa gempa Pacitan memiliki mekanisme yang berbeda dengan gempa akibat aktivitas Sesar Opak. Menurutnya, gempa tersebut dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di selatan Pulau Jawa.
"Beda mekanisme. Selain Sesar Opak, DIY juga dipengaruhi zona subduksi di selatan Pulau Jawa," jelasnya.
Ardhianto mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia meminta warga selalu memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa.
"Masyarakat tidak perlu panik, selalu pantau informasi BMKG dari kanal resmi, pastikan memahami cara-cara penyelamatan pada saat gempabumi, mitigasi adalah kunci untuk menghadapi gempabumi," tandas Ardhianto.
Baca juga: Gempa Pacitan Dini Hari, Sejumlah Bangunan di Bantul Rusak Hingga Korban Luka
Sebelumnya, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa hasil pembaruan parameter menunjukkan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,2. Episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,98 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur, atau sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 58 kilometer.
Menurutnya, gempa tersebut tergolong gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. BMKG juga mengungkapkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
"Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, antara lain Pacitan, Bantul, dan Sleman, dengan intensitas IV MMI," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Konfirmasi Langsung