Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 15:15 WIB

UGM - Kemendag Perkuat SDM Pertahanan Perdagangan Internasional

UGM - Kemendag Perkuat SDM Pertahanan Perdagangan InternasionalWorkshop on Trade Remedies: Preparing Indonesia’s Next Trade Defense Practitioners (Istimewa)

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Kementerian Perdagangan RI memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pertahanan perdagangan internasional. Upaya ini dilakukan di tengah meningkatnya penggunaan instrumen trade remedies dalam menghadapi praktik perdagangan internasional yang tidak adil.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan One Day Workshop on Trade Remedies: Preparing Indonesia’s Next Trade Defense Practitioners yang digelar Direktorat Pengamanan Perdagangan (DPP) Kemendag RI bersama Pusat Studi Perdagangan Dunia UGM, belum lama ini di Hotel University Club, Yogyakarta.

Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI, Tommy Andana, menegaskan bahwa isu perdagangan tidak dapat dipisahkan dari peran berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, pelaksanaan kebijakan perdagangan merupakan tanggung jawab bersama demi mendorong kesejahteraan nasional.

"Perdagangan itu menyentuh banyak sektor dan melibatkan banyak pihak. Apa yang dikerjakan Kementerian Perdagangan pada dasarnya adalah upaya bersama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," ujar Tommy.

Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag RI, Dr. Reza Pahlevi Chairul, mengatakan bahwa instrumen trade remedies kini semakin relevan, baik untuk melindungi industri dalam negeri maupun menjaga akses pasar Indonesia di luar negeri.

"Isu trade remedies bukan hanya soal proteksi, tetapi juga bagaimana Indonesia bisa bertahan dan bersaing secara adil dalam sistem perdagangan global,” kata Reza.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Wawan Mas’udi, Ph.D., menilai tantangan perdagangan internasional saat ini semakin kompleks. Ia menyebutkan isu perubahan iklim, keberlanjutan, serta transformasi digital sebagai faktor yang turut memengaruhi dinamika perdagangan global.

"Perdagangan tidak lagi sekadar soal jual beli. Ada dimensi politik, hukum, lingkungan, dan teknologi yang perlu dipahami secara komprehensif,” ujarnya.

Baca juga: Meriahnya 1.900 Peserta Kirab Budaya Nitilaku Sambut Dies Natalis ke-76 UGM

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip dasar World Trade Organization (WTO) serta konsep-konsep utama trade remedies. Materi disampaikan langsung oleh praktisi dari DPP Kemendag, mulai dari penghitungan dumping margin dan subsidy margin, analisis kasus, perancangan argumen, hingga simulasi penyusunan dokumen submisi.

Salah satu peserta, Gita, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang belum didapatkan di bangku kuliah.

"Workshop-nya seru dan aplikatif. Banyak insight yang bisa langsung kami kaitkan dengan materi perkuliahan ke depan,” ujarnya. 

Senada, peserta lainnya, Amel, yang menilai kegiatan ini membuka wawasan mengenai peran Kementerian Perdagangan dalam kajian hubungan internasional.

"Ternyata apa yang dipelajari di kelas sangat relevan dengan praktik di Kemendag,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

UGM - Kemendag Perkuat SDM Pertahanan Perdagangan Internasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!