JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan inovasi pangan baru berupa beras premium bernama Presokazi, hasil penelitian yang dirancang untuk menghadirkan beras yang pulen, bersih, dan tetap stabil setelah dimasak. Produk ini dikembangkan melalui serangkaian tahapan pascapanen yang terjaga agar karakter beras tetap utuh.
Dosen Fakultas Pertanian UGM sekaligus peneliti utama, Andrianto Ansari mengatakan, presokazi lahir dari keinginan menghadirkan beras yang enak dikonsumsi sekaligus memiliki kandungan gizi lebih baik, terutama zat besi (Fe) dan seng (Zn). Kedua unsur ini penting bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak dan lansia.
"Presokazi kami kembangkan agar gizi keluarga bisa diperkuat lewat pangan yang sudah akrab di meja makan,” ujar Andri, Jumat (21/11/2025).
Menurut Andri, setiap butir Presokazi diuji kualitasnya untuk memastikan nutrisi tetap terjaga dari gabah hingga beras siap konsumsi. Proses ini dilakukan agar karakter dan rasa beras tidak berubah, sekaligus menjaga konsistensi kualitas sebagai beras premium.
"Kami menjaga prosesnya agar kandungan gizi Presokazi tetap terjaga dengan baik," ucapnya.
Selain penelitian di laboratorium, Presokazi juga dikembangkan bersama para petani. Andri menjelaskan bahwa pendampingan diberikan kepada petani untuk memastikan teknik budidaya dan pascapanen sesuai standar yang ditetapkan.
"Keberhasilan Presokazi tidak lepas dari komitmen petani yang mendukung pengembangannya," kata Andri.
Dari sisi konsumen, ia menyebut banyak keluarga menilai Presokazi memiliki tekstur pulen yang nyaman, bahkan saat dimasak dalam jumlah besar. Kebersihan, warna, serta rasa ringan namun mengenyangkan menjadi nilai tambah tersendiri.
"Kami bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang menikmati Presokazi di rumah mereka," tutur Andri.
Kendati demikian, menurutnya Presokazi hadir sebagai alternatif bagi keluarga yang ingin meningkatkan kualitas gizi tanpa mengubah kebiasaan makan. Kandungan zat besi dan seng yang lebih tinggi dapat mendukung perkembangan anak dan daya tahan tubuh.
"Kami ingin Presokazi menjadi pintu masuk untuk kebiasaan makan yang lebih sehat," tuturnya.
Andri menambahkan, UGM terus meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat jalur distribusi, termasuk melalui kolaborasi dengan mitra dan komunitas. Langkah ini diharapkan membuat Presokazi dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia.
"Kami ingin Presokazi hadir lebih dekat dengan masyarakat di berbagai daerah," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail