Kecelakaan maut di perlintasan KA Stasiun Brambanan - Maguwo, Selasa (4/11/2025) (Istimewa)
JOGJA - Maraknya insiden transportasi darat belakangan ini menjadi perhatian serius publik. Pada akhir Oktober lalu, tercatat tiga kecelakaan beruntun melibatkan moda transportasi kereta api, LRT, dan bus. Situasi ini menyoroti pentingnya peningkatan keamanan dan keselamatan transportasi nasional.
Menyikapi hal ini, Pakar transportasi UGM, Dewanti menekankan bahwa keselamatan harus menjadi indikator utama dalam setiap kebijakan transportasi, bukan hanya efisiensi anggaran.
"Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, setiap pihak harus lebih waspada dan proaktif dalam melakukan upaya pencegahan,” ujar Dewanti, Selasa (4/11/2025).
Menurut Dewanti, efisiensi anggaran pemerintah memang dapat memengaruhi tingkat keselamatan, tetapi bukan satu-satunya faktor penyebab kecelakaan.
"Keselamatan transportasi dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari sisi manusia, kondisi kendaraan, infrastruktur, hingga lingkungan sekitar. Diperlukan audit kecelakaan yang mendalam untuk mengetahui penyebab pasti dan memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran," terangnya.
Baca juga: Maraknya Fotografi Jalanan, Sosiolog UGM Soroti Privasi Warga Korea Selatan
Selain itu, Dewanti menyoroti tantangan terbesar pemerintah dan operator transportasi adalah menjalankan standar dan regulasi keselamatan secara konsisten, serta memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif.
"Seringkali koordinasi antarlembaga masih belum optimal, padahal sinergi inilah yang menentukan keberhasilan sistem keselamatan nasional,” ujarnya.
Sebagai solusi, Dewanti menyarankan pemerintah untuk memfokuskan perhatian pada moda transportasi berisiko tinggi dan memanfaatkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) yang terjangkau untuk meningkatkan sistem pengawasan.
"Pelibatan masyarakat dalam pemantauan dan pencegahan kecelakaan juga penting. Pemerintah dapat bekerja sama dengan sektor swasta melalui skema kemitraan untuk mendukung pendanaan keselamatan," jelasnya.
Lanjut Dewanti menegaskan pentingnya menjadikan keselamatan transportasi sebagai prioritas utama, disertai penegakan hukum tegas terhadap pelanggaran berat seperti kelebihan muatan atau manipulasi uji KIR. Ia juga menekankan konsistensi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah.
"Masyarakat pun memiliki peran besar. Disiplin berlalu lintas dan kesadaran risiko harus terus ditumbuhkan. Warga bisa menjadi pengawas sosial dengan melaporkan pelanggaran atau kondisi jalan berbahaya melalui berbagai kanal digital," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail