Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 27 OKTOBER 2025 • 16:00 WIB

Mewakili Gen Z, Cerita Rizky Aflaha Berhasil Raih Gelar Doktor Fisika Termuda UGM di Usia 25 Tahun

Mewakili Gen Z, Cerita Rizky Aflaha Berhasil Raih Gelar Doktor Fisika Termuda UGM di Usia 25 TahunRizky Aflaha yang mendapat gelar Doktor Fisika termuda UGM di Usia 25 Tahun (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatat prestasi luar biasa pada Wisuda Program Pascasarjana, Selasa (21/10), di Grha Sabha Pramana. Dari total 2.335 wisudawan, termasuk 2.028 magister dan 193 doktor, salah satu pencapaian paling menonjol adalah Rizky Aflaha, yang resmi menyandang gelar doktor di usia 25 tahun 10 bulan 1 hari. Rata-rata usia lulusan doktor UGM sendiri mencapai 41 tahun 6 bulan 15 hari, sehingga pencapaian Rizky terpaut hampir 16 tahun dari kebanyakan wisudawan.

Rizky mengatakan bahwa, keberhasilannya menempuh pendidikan tinggi dengan usia muda bukan karena program akselerasi formal, melainkan strategi cerdas dalam memanfaatkan peluang beasiswa.

"Kunci utama saya adalah memanfaatkan beasiswa jalur cepat PMDSU. Setelah menyelesaikan sarjana dalam 7 semester, program magister hanya satu tahun dan doktor tiga tahun. Dari situ, saya bisa meraih gelar lebih cepat dibanding yang lain,” ujarnya dalam keterangan yang diterima wartawan, Senin (27/10/2025).

Perjalanan Rizky sebagai peneliti muda tidak selalu mulus. Ia mengaku sempat dianggap remeh karena usianya yang jauh lebih muda dibanding teman-teman seangkatan. Namun, keraguan itu ia jawab melalui produktivitas akademik yang luar biasa.

"Awalnya sempat merasa dipandang sebelah mata karena masih muda. Sampai akhirnya perlahan-lahan aku mulai menunjukkan diri bahwa aku bisa. Alhamdulillah, sejak studi doktor sampai hari ini, sudah melahirkan 40 publikasi internasional, padahal syarat lulusnya hanya dua,” katanya.

Baca juga: Alasan Mahasiswa Doktor UGM Teliti Tanaman Pala di Belanda

Kesuksesan Rizky tak lepas dari bimbingan para promotor, yakni Prof. Kuwat Triyana, Prof. Roto, dan Dr. Aditya Rianjanu. Ia mengaku sangat terbantu oleh arahan mereka.

"Beliau memberi panduan mulai dari hal kecil, membuat roadmap riset, desain riset, menulis jurnal internasional, sampai penyajian gambar yang bagus di jurnal,” tuturnya.

Di luar akademik, Rizky ternyata menjalani kehidupan layaknya mahasiswa pada umumnya. Ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan, seperti bulu tangkis, organisasi, dan mendaki gunung.

"Aku tidak bermain game online dan tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di sosial media, sehingga aku alihkan ke kegiatan lain. Bahkan, orang-orang di Jogja lebih mengenalku sebagai atlet bulu tangkis ketimbang mahasiswa doktor,” katanya.

Baca juga: Komisi A DPRD DIY Perjuangkan Alokasi Rp 100 Juta per Kelurahan Untuk Atasi Stunting

Kendati demikian, Rizky berpesan bahwa kunci percaya diri menjadi hal utama dalam meraih kesempatan dan mengembangkan kapasitas diri.

"Kita hanya perlu percaya diri. Melalui percaya diri, kita akan banyak mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas lebih jauh. Sebaliknya, seberbakat apapun kita, kalau tidak percaya diri, maka tidak akan kemana-mana,” pungkasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mewakili Gen Z, Cerita Rizky Aflaha Berhasil Raih Gelar Doktor Fisika Termuda UGM di Usia 25 Tahun

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!