Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 13:25 WIB

KNPPM 2025 di UGM : Perguruan Tinggi Diminta Perkuat Kolaborasi agar Riset dan Pengabdian Berdampak Nyata

KNPPM 2025 di UGM : Perguruan Tinggi Diminta Perkuat Kolaborasi agar Riset dan Pengabdian Berdampak NyataKNPPM) 2025, yang digelar di Hotel University Club (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM), 15–16 Oktober 2025." data-author="Istimewa (via e-mail)" data-credit="Istimewa (email)" data-source="Keterangan Pers (email)">Konferensi Nasional Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KNPPM) 2025, yang digelar di Hotel University Club (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM), 15–16 Oktober 2025. (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Perguruan tinggi di Indonesia didorong untuk memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat agar hasilnya benar-benar memberi manfaat bagi publik. Dorongan itu mengemuka dalam Konferensi Nasional Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KNPPM) 2025, yang digelar di Hotel University Club (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM), 15–16 Oktober 2025.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM tersebut mengusung tema "Strategi Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat untuk Inovasi Pengelolaan Desa Mandiri”, menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dekan FKG UGM Prof. drg. Suryono, Prof. Dr. Marina Ng Kher Hui dari Universitas Nottingham Malaysia, dan Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM Prof. Ali Awaludin.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, menegaskan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi untuk memastikan riset dan kegiatan pengabdian berdampak luas.

Perguruan tinggi perlu berkolaborasi, bukan berkompetisi. Pengetahuan yang baik bukan hanya soal menaikkan peringkat atau pangkat akademik, tapi bagaimana menginspirasi dan menggerakkan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: HUT Kota Yogya ke-269, Pameran Rangkaian Bunga IPBI DIY Hiasi Stasiun Tugu

Sementara itu, Prof. Suryono menilai keberhasilan pengabdian bukan diukur dari besarnya capaian akademik, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Ia mencontohkan berbagai praktik yang telah dilakukan di FKG UGM, seperti program pilah pilih sampah yang mampu menyalurkan lebih dari Rp4 miliar dalam bentuk sedekah manfaat, kantin kejujuran, serta sistem daur tertutup (closed-loop system) untuk menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab sosial.

Kami ingin mengubah cara pandang, dari melihat sampah sebagai masalah menjadi berkah. Itulah wujud nyata pengabdian yang berdampak,” jelasnya.

Dari Malaysia, Prof. Marina Ng Kher Hui memaparkan inovasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pendidikan dan pelestarian lingkungan. Ia mencontohkan penerapan Adaptive Learning System (ALS) di sekolah-sekolah pedesaan, serta aplikasi PlantPals App dan Praya Lane App yang mendukung edukasi tanaman lokal dan pelestarian budaya.

Teknologi dan masyarakat seharusnya menjadi kekuatan yang selaras. Jika akademisi, aktivis, komunitas, dan masyarakat bisa berkolaborasi, maka pengabdian itu baru benar-benar impactful,” ungkapnya.

Baca juga: Alasan Guru Besar UGM Sebut Perhutanan Sosial Harus Dilaksanakan di Hutan Tidak Produktif

Adapun Prof. Ali Awaludin menyampaikan bahwa hingga pertengahan 2025, Fakultas Teknik UGM telah melaksanakan lebih dari 600 kegiatan pengabdian masyarakat. Beberapa di antaranya adalah pengembangan teknologi pengolahan sampah, program hilirisasi Gama Humat untuk rehabilitasi lahan pascatambang, pembangunan bale bambu di Cianjur, teknologi jembatan, serta sistem tenaga surya di sekolah rakyat Banyumas.

Kunci keberhasilan pengabdian adalah kolaborasi lintas disiplin dan keterlibatan langsung masyarakat,” katanya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

KNPPM 2025 di UGM : Perguruan Tinggi Diminta Perkuat Kolaborasi agar Riset dan Pengabdian Berdampak Nyata

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!