JOGJA - Aktris Siti Fauziah, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Bu Tejo dalam film pendek Tilik, turut ambil bagian dalam aksi unjuk rasa bertajuk "Suara Ibu Indonesia" yang digelar di Bundaran UGM, Yogyakarta, belum lama ini. Dalam aksi tersebut, para ibu menyuarakan keresahan mereka terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Fauziah secara terang-terangan mengkritik minimnya akuntabilitas pemerintah dalam menangani berbagai persoalan yang muncul dari program tersebut, termasuk maraknya laporan keracunan makanan.
“Kalau memang pemerintah pusat salah dalam proses penyelenggaraan program MBG, ya ngomong saja salah. Jangan cuma satu dua orang penyelenggara saja yang merasa ada yang tidak beres, lalu yang lain diam,” ujarnya.
Ia menilai, pemerintah telah lalai dalam memenuhi hak dasar masyarakat untuk memperoleh pangan yang aman, terlebih bagi anak-anak yang menjadi target utama program tersebut.
“Pemerintah abai atas hak dasar kita sebagai manusia. Kami ini seperti bertanya-tanya, pejabat kan juga punya keluarga. Kalau keracunan itu terjadi di keluarga mereka sendiri, bagaimana empatinya? Coba bayangkan, kalau menu MBG itu pejabat dulu yang konsumsi sebelum dibagikan ke masyarakat, apa mereka masih merasa aman?” ucapnya menohok.
Fauziah menekankan bahwa kekhawatiran para ibu bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal perlindungan terhadap anak-anak yang mereka asuh setiap hari.
Aksi emak emak tolak MBG di Bunderan UGM (Olivia Rianjani)
Sementara itu, inisiator Sekolah Pagesangan, Diah Widuretno, yang juga hadir dalam aksi tersebut, menyerukan agar program MBG dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi menyeluruh. Ia menilai pelaksanaan program masih bersifat sentralistik dan belum memperhatikan kearifan pangan lokal.
Baca juga: UGM Terlibat Riset Internasional Panel Surya Terapung, Dorong Peran Perempuan di Pulau Tanakeke
“Program ini bagus dari sisi niat, tapi dalam pelaksanaannya belum matang. Sentralistik sekali, tidak peka terhadap kondisi lapangan. Harusnya bisa dikaji ulang, jangan sampai mengorbankan masyarakat,” kata Diah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung