JOGJA - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) bersama Universitas Kristen Immanuel (UKRIM) resmi menyerahkan teknologi solar tunnel dryer kepada masyarakat Kalurahan Tamanmartani, Sleman, belum lama ini. Penyerahan yang berlangsung di ruang pertemuan Kalurahan Tamanmartani ini menjadi puncak kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui FISIP UAJY.
Program pengabdian tersebut telah berlangsung sejak 8 Agustus 2025, dengan melibatkan dua perguruan tinggi sekaligus. Dari UAJY, terlibat dua dosen dan empat mahasiswa FISIP, sedangkan UKRIM mengerahkan tiga dosen dan tiga mahasiswa.
Baca juga: Pelajar Yogya Tertipu Teman Dari Aplikasi Online, Motor PCX Dijual Rp 4 Juta
Koordinator kegiatan, Dr. Victoria Sundari Handoko, menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung produktivitas petani herbal dan pelaku UMKM setempat.
"Teknologi solar tunnel dryer memungkinkan proses pengeringan produk herbal menjadi lebih cepat dan higienis, tanpa tergantung cuaca. Ini sangat membantu petani dan pelaku UMKM dalam menjaga kualitas produk," jelas Sundari.
Tak hanya teknologi, tim juga mendampingi warga dalam aspek branding dan pengemasan produk. Awalnya hanya ada empat jenis produk herbal yang dibantu dalam proses pengeringan, namun jumlahnya bertambah menjadi sepuluh seiring tingginya antusiasme masyarakat.
“Kami juga memberikan pelatihan untuk memperkuat identitas produk agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” imbuhnya.
Dalam kerja sama ini, UKRIM bertanggung jawab atas pembuatan dan penyempurnaan alat solar tunnel dryer, sementara UAJY mengoordinasikan kegiatan serta menjalin komunikasi intensif dengan BUMDes dan pelaku usaha lokal.
Lurah Tamanmartani, Gandang Harjanata, mengapresiasi kolaborasi ini. Ia berharap teknologi yang diberikan bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
"Kami sangat bersyukur atas kerja sama ini. Semoga BUMDes terus mendampingi warga agar pemanfaatannya maksimal dan mendorong ekonomi desa," ujar Gandang.
Salah satu pelaku UMKM, Eka Wahyuti produsen serbuk jahe instan mengungkapkan rasa bahagianya. Menurutnya, dukungan dari kampus sangat berarti dalam proses produksi yang selama ini terganjal cuaca dan keterbatasan alat.
Baca juga: Bersaing 150 Peserta, Mahasiswa Akuntansi UAJY Terpilih Jadi Dimas Bantul 2025
“Terima kasih atas perhatian dan bantuannya. Semoga alat ini benar-benar bisa membantu usaha kami tumbuh dan produk kami bisa menjangkau pasar lebih luas,” ucap Eka.
Acara serah terima juga diisi dengan uji coba langsung solar tunnel dryer oleh warga menggunakan berbagai bahan herbal, serta sesi foto bersama dan penyerahan simbolis produk UMKM yang telah didampingi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA