Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 15 SEPTEMBER 2025 • 16:55 WIB

Mahasiswa KKN UNY di Gunungkidul Ajarkan Warga Olah Jerami Jadi Briket Ramah Lingkungan

Mahasiswa KKN UNY di Gunungkidul Ajarkan Warga Olah Jerami Jadi Briket Ramah LingkunganMahasiswa KKN UNY di Gunungkidul mengajarkan warga membuat briket ramah lingkungan. (Istimewa)

JOGJA - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang ditempatkan di Dusun Praon, Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, menginisiasi pelatihan pemanfaatan jerami menjadi briket sebagai sumber energi alternatif. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mereka jalankan selama KKN.

Sebanyak sepuluh mahasiswa dari kelompok KKNR 11200 UNY terlibat aktif dalam kegiatan ini. Mereka adalah Berliana Dwi Lestari, Chandra Nur Hanifah Fenina Putri, Destri Amalia Widodo, Khairunissa Shabrina, Muhammad Izzudin Al Azzam, Nur Haliza Triyana, Rifka Yunanda, Riko Alif Utama, Salwa Sasmita, dan Satria Bagus Rhyan Dhyta.

Ketua kelompok KKN, Muhammad Izzudin Al Azzam, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah pertanian, khususnya jerami padi.

"Selama ini jerami hanya dibakar begitu saja setelah panen. Padahal, kalau diolah menjadi briket, jerami bisa menjadi sumber energi yang murah dan ramah lingkungan,” ujarnya, Senin (15/9/2025).

Baca juga: Polsek Wirobrajan Bekuk Dua Pria Pelaku Pembobolan ATM di SPBU Bugisan Yogya, Modus Tawarkan Bantuan Tarik Tunai

Briket jerami yang mereka ajarkan terbuat dari bahan utama jerami kering yang telah dikarbonisasi, dicampur dengan perekat dari tepung tapioka. Proses pembuatannya dilakukan secara manual dan disesuaikan dengan peralatan yang mudah ditemukan di lingkungan warga.

Destri Amalia Widodo, salah satu penanggung jawab pelatihan, menyampaikan bahwa proses pembuatan briket dimulai dari memotong jerami, menjemurnya hingga kering, lalu membakarnya secara tidak sempurna untuk menghasilkan arang jerami.

"Setelah jadi arang, jerami ditumbuk hingga halus. Kemudian kami campurkan dengan tepung tapioka yang telah dimasak sampai kental. Adonan ini lalu dicetak dan dijemur lagi hingga benar-benar kering dan padat,” terang Destri.

Briket yang dihasilkan diklaim memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan arang biasa. Menurut Rifka Yunanda, briket jerami ini mampu menghasilkan panas yang stabil dan bersih saat digunakan.

"Briket ini minim asap, tidak berbau, dan tidak cepat hancur. Sangat cocok digunakan untuk keperluan memasak maupun menghangatkan air,” katanya.

Kegiatan pelatihan ini disambut antusias oleh warga Dusun Praon. Mereka ikut terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan, mulai dari pengumpulan bahan hingga proses pencetakan dan penjemuran briket. Beberapa warga bahkan menyatakan ketertarikan untuk mengembangkan produksi briket ini sebagai usaha rumahan.

Kami jadi tahu kalau jerami bisa dimanfaatkan lebih baik, bukan hanya dibakar. Ini bisa jadi peluang usaha juga,” ujar salah satu warga yang ikut pelatihan.

Baca juga: Kolaborasi Daop 6 Yogya Bersama Yayasan Tarakanita Gelar Sosialisasi Cinta Lingkungan di Stasiun

Mahasiswa KKN UNY berharap, pelatihan ini bisa berkelanjutan dan menjadi awal dari kemandirian energi di tingkat desa. Mereka juga mendorong agar produksi briket bisa diperluas ke wilayah lain yang memiliki kebutuhan serupa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa KKN UNY di Gunungkidul Ajarkan Warga Olah Jerami Jadi Briket Ramah Lingkungan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!