JOGJA - Presiden Republik Demokratik Timor-Leste, Jose Ramos Horta, melakukan kunjungan ke Universitas Gadjah Mada (UGM) pada hari ini Kamis (31/7/2025), digelar di Balai Senat UGM, dalam rangka menyampaikan kuliah umum bertajuk "UGM Annual Lecture - Nobel Laureate Series". Presiden Ramos-Horta disambut langsung oleh jajaran pimpinan universitas dan sivitas akademika UGM.
Dalam kesempatan tersebut, Ramos-Horta menegaskan pentingnya kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Timor Leste sebagai salah satu prioritas utama hubungan bilateral kedua negara. Presiden Ramos-Horta berbagi pandangannya mengenai perdamaian, pembangunan berkelanjutan, serta peran pendidikan tinggi dalam memperkuat kerja sama antarbangsa.
Ditemui usai acara, Presiden Jose Ramos mengawali pernyataanya, ia menyampaikan rasa hormatnya kepada Rektor UGM, Ova Emilia, yang disebutnya sebagai figur ibu baginya dan juga bagi mahasiswa Timor Leste di Indonesia.
“Saya sudah menganggap rektor sebagai ibu kami. Saya pribadi jauh lebih tua, tetapi saya menganggap profesor sebagai ibu saya sendiri,” ucapnya.
Baca juga: Pakar Sosiologi Kriminalitas UGM Nilai Polisi Masih Dilema dalam Ungkap Kematian Arya Daru
Terkait kunjungannya ini, Presiden Jose Ramos menyatakan harapannya utamanya terus meningkatkan sinergitas kerja sama antara UGM bersama pemerintah Timor Leste yang telah berlangsung erat selama ini.
“UGM menjadi universitas yang sangat istimewa bagi Timor Leste. Sudah lebih dari 3.000 alumni kami lulus dari sini, dan saat ini ada lebih dari 200 mahasiswa kami yang masih aktif belajar. Kami sangat menghargai kontribusi UGM terhadap pembangunan sumber daya manusia kami,” ujar Ramos.
Namun, keputusan politik terkait kerja sama antarnegara berada di tangan perdana menteri. Kendati begitu, Ramos menegaskan bahwa ia dan perdana menteri Timor Leste memiliki hubungan kerja yang erat dan sejalan dalam banyak hal, termasuk dalam upaya memperkuat hubungan dengan Indonesia.
Baca juga: Minim SDM yang ke UGM, UGM Siapkan Jalur Khusus untuk Mahasiswa Papua
"Saya sangat ingin melakukannya sendiri, meskipun dalam sistem politik kami, presiden tidak membuat keputusan seperti ini melainkan perdana menteri. Tetapi saya dan perdana menteri, kami berdua saling berkomunikasi. Saya sepenuhnya setuju dengan hampir semua hal, baik domestik maupun internasional," tegasnya.
"Jadi, kerja sama dengan Indonesia adalah prioritas utama, dan kerja sama pendidikan dengan Indonesia juga merupakan salah satu elemen terpenting dalam hubungan kita,” pungkas Ramos.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung