Senin, 22 JUNI 2026 • 18:50 WIB

Dukung Tuntutan Massa IMM, Ketua DPRD DIY Janji Bawa Aspirasi ke Senayan :"Ini Suara Kalian Bukan Tunggangan Manapun"

Author

Ketua DPRD DIY Nuryadi saat menemui massa dari IMM DIY di kantornya, Senin (22/6/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Ratusan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor DPRD DIY, Senin (22/6). Aksi tersebut berujung pada penandatanganan petisi oleh Ketua DPRD DIY, Nuryadi, sebagai bentuk dukungan atas keresahan mahasiswa terkait krisis kesejahteraan dan kemunduran kualitas demokrasi.

Sebanyak kurang lebih 500 kader IMM hadir membawa lima tuntutan utama, di antaranya evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), reorientasi APBN, hingga penghentian militerisasi ruang sipil.

Nuryadi yang menemui langsung massa aksi di halaman kantornya menyatakan apresiasi mendalam terhadap keberanian para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa apa yang disuarakan IMM adalah representasi dari kondisi nyata yang dirasakan masyarakat saat ini.

"Apa yang kalian lakukan adalah benar-benar dari hati nurani kalian yang bisa mendengar apa yang ada di masyarakat. Alhamdulillah hari ini kalian bisa menyampaikannya," ujarnya di hadapan massa.

Baca juga: DPRD DIY Tegaskan Bakal Libatkan Semua Fraksi Usai Aksi Sempat Memanas

Meski demikian, Nuryadi bersikap realistis. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar tuntutan yang dibawa mahasiswa merupakan kewenangan pemerintah pusat, sehingga tidak dapat diselesaikan di level daerah. Oleh karena itu, ia berjanji akan membawa petisi tersebut untuk dibahas di tingkat nasional.

"Saya sebagai Ketua DPRD DIY akan menyampaikan aspirasi ini kepada partai saya dan teman-teman di DPR RI. Saya akan sampaikan kepada partai saya untuk menekan di tingkat pusat, khususnya anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan," tegasnya.

"Saya saya tidak sedang mewakili fraksi yang lain. Jika kalian mau ketemu, kita tentukan waktu kapan supaya fraksi yang lain ikut datang," ucap Nuryadi.

Menurutnya, aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan "kekuatan moral" bagi para wakil rakyat di Senayan agar lebih peka terhadap kebijakan yang berdampak langsung pada rakyat kecil. Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tetap memperjuangkan aspirasi dalam koridor hukum yang berlaku.

"Yang terpenting aturan itu lakukan kalian bisa ngomong disini silahkan Selama masih di ruang ini tanpa menanggar hukum pasti kami juga ikut bersama-sama untuk menanggung keamanan kalian. Tapi kalau kalian sudah menanggar hukum mohon maaf mungkin kami juga tidak bisa," tandas Nuryadi.

Sementara itu, usai pemimpin Legislatif DIY itu menandatangi petisi, Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik DPD IMM DIY, Ahsan Taqwin menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah taktis lanjutan, baik secara hukum maupun melalui jalur diskusi publik.

"Kami dari IMM DIY juga akan melakukan langkah-langkah advokasi lanjutan, baik secara litigasi maupun berbasis FGD. Setiap kebijakan yang berkaitan dengan tuntutan kami akan terus diperjuangkan dan dikawal," pungkas Ahsan.

Baca juga: Aksi Simbolik Massa IMM DIY, Topo Bisu Hadap Keraton Jogja Hingga Tabur Bunga di Halaman Kantor DPRD DIY

Aksi yang berlangsung kondusif sore tadi diakhiri dengan penandatanganan bersama "Petisi Rakyat: Krisis Kesejahteraan Rakyat dan Kemunduran Kualitas Demokrasi" antara pihak DPRD DIY dan perwakilan IMM sebagai bukti komitmen pengawalan kebijakan ke depan.

Sebelumnya, sekitar 500 kader IMM DIY menggelar aksi di DPRD DIY dengan membawa lima tuntutan utama, yakni evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), reorientasi APBN untuk pendidikan dan lapangan kerja, penghentian militerisasi ruang sipil, reformasi ekonomi yang berkeadilan, serta penguatan demokrasi dan partisipasi publik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU