JOGJA - Di tengah situasi perekonomian nasional yang dinilai masih carut-marut dan belum stabil, Kadipaten Pakualaman siap menggelar rangkaian peringatan Hadeging (berdirinya) Kadipaten Pakualaman ke-214. Mengusung misi sosial dan pemberdayaan, perayaan yang berlangsung sepanjang Juni 2026 ini akan difokuskan pada kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat bawah, mulai dari pasar pangan murah, pembinaan UMKM, hingga hiburan budaya gratis.
Putra Mahkota Pakualaman sekaligus putra pertama Sri Paduka Paku Alam X, Bendara Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Bimantoro, tidak menampik bahwa kondisi ekonomi saat ini sedang memberikan tekanan berat bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Di tengah-tengah ekonomi yang agak carut marut di Indonesia ini memang kita semua seluruh masyarakat merasakannya, bukan hanya masyarakat, kita pun sudah merasakan," ujar BPH Kusumo Bimantoro dalam konferensi pers di Ruang Danawara Barat, Pura Pakualaman, Yogyakarta, Rabu (17/6/2026) petang.
Namun, menurutnya kondisi tersebut justru menjadi pemantik bagi Pakualaman untuk memperkuat solidaritas sosial.
"Jadi tapi dengan adanya berpartisipasi dengan acara tadi marilah kita bersama-sama kita bisa bersosial, saling bergotong royong, saling membantu karena dengan kita saling membantu masalah-masalah yang berat pasti terasa lebih mudah," ucapnya.
Dorong Ekonomi Otentik Lewat Pasar Sewandanan
Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan dalam perayaan tahun ini adalah Pasar Sewandanan. Mengangkat tema "Menyemai Interaksi Klasik, Membangkitkan Ekonomi Otentik", acara ini akan digelar pada 27-28 Juni 2026 di Alun-Alun Sewandanan, sisi selatan Pura Pakualaman.
BPH Kusumo Bimantoro menjelaskan bahwa pasar ini dihadirkan sebagai ruang konkret untuk membantu pemenuhan kebutuhan pokok warga dengan harga yang sangat terjangkau melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY serta Dinas Pertanian Kota Yogyakarta.
"Untuk itu memang menjawab dari acara utama ini yang kita tonjolkan karena pasar ini acara yang bersifat sosial dan acara salah satu fasilitas utama yaitu bazar pangan murah untuk memenuhi kebutuhan pokok di tengah kesulitan kita menyediakan kebutuhan pokok untuk masyarakat dengan harga yang terjangkau," jelas Putra Mahkota.
Selain itu, Pasar Sewandanan juga menjadi wadah bagi lebih dari 40 UMKM terpilih yang menjual kerajinan lokal dan kuliner zaman dulu (jadul). Menariknya, seluruh fasilitas dan akses masuk bagi masyarakat dipastikan gratis tanpa dipungut biaya apa pun.
"Jadi, kepada seluruh masyarakat kita dalam rangka memperingati Hadeging Kadipaten Pakualaman yang ke-214 pada tanggal 22 Juni besok, kita akan mengadakan Pasar Sewondanan dimana tema yang sering kita dengarkan yaitu adalah Pasar Kangen, dimana kita akan mengeluarkan kuliner-kuliner jadul, bahan-bahan dengan harga yang terjangkau dan juga kerajinan-kerajinan tangan yang unik yang kita akan persembahkan kepada masyarakat semua dengan gratis, tanpa dipungut biaya suatu apapun," ungkapnya.
Tak hanya belanja, pengunjung juga akan disuguhi berbagai aktivitas seni dan budaya interaktif di sela-sela acara pasar tersebut.
Di sela-sela acara Pasar Sewondanan akan ada seni kesenian ketoprak pada malam hari dan juga di siang hari ada jam 1 siang kita juga ada kesenian dan seni membatik.
"Kita seni membatik yang ada 5 sesi di tanggal Sabtu dan Minggu tanggal 20 dan 21 Juli," imbuh BPH Kusumo Bimantoro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung