JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul resmi memulai era baru tata kelola pariwisata dengan meluncurkan sistem pemungutan retribusi wisata non-tunai (cashless) 100 persen di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron Utama, pada Selasa (12/5/2026). Langkah strategis ini diambil guna menciptakan ekosistem pariwisata yang modern, transparan, dan akuntabel.
Program ini terlaksana atas kolaborasi erat antara Pemkab Gunungkidul dengan Bank Indonesia Perwakilan DIY, Bank BPD DIY, Bank Mandiri, Jasa Raharja, serta dukungan infrastruktur jaringan dari Dinas Kominfo Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi DPRD serta amanat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Selain efisiensi birokrasi, digitalisasi ini bertujuan melindungi integritas petugas lapangan.
"Kami ingin menjaga marwah para pegawai yang membidangi pendapatan asli daerah. Memegang uang tunai itu rentan dicurigai. Dengan sistem ini, uang diterima secara real-time dan tercatat otomatis, sehingga tidak ada beban psikologis bagi petugas," ujar Endah dalam sambutannya.
Endah menjelaskan bahwa penggunaan sistem digital ini sangat memangkas waktu antrean wisatawan di pintu masuk.
"Transaksi menggunakan kartu ini terbukti sangat cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 4 detik," ucapnya.
Ia juga menyebut, digitalisasi terbukti membawa dampak instan pada pundi-pundi daerah. Hingga 14 Mei 2026, perolehan retribusi pariwisata Gunungkidul telah menyentuh angka Rp 23,8 miliar hingga Rp 24 miliar. Capaian ini melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya berada di angka Rp 9,7 miliar.
"Dengan tren positif ini, kami meyakini target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pariwisata sebesar Rp 34 miliar pada tahun ini dapat terlampaui," katanya.
Baca juga: Viral Retribusi "Nuthuk" di Pantai Baron Gunungkidul, Pemkab Mutasi Petugas
Lebih lanjut, Ia menyampaikan, keberhasilan di TPR Baron Utama ini menjadi pilot project yang akan segera direplikasi. Pemkab Gunungkidul menargetkan setidaknya 10 TPR tambahan akan menerapkan sistem 100 persen cashless pada akhir tahun ini. Tak hanya tiket masuk, sektor parkir kawasan wisata juga akan disasar dalam program digitalisasi ini.
"Semangat digitalisasi ini adalah cara kita membangun hari esok bagi pariwisata Gunungkidul. Kita harus berani meninggalkan cara manual yang kurang efisien untuk masa depan yang lebih transparan," tandas Endah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono, menjelaskan bahwa berdasarkan uji coba pada 6-11 April lalu, sekitar 80 persen wisatawan sudah siap dengan sistem digital. Dimana, untuk 20 persen pengunjung yang belum familiar, terutama kalangan lansia, pemerintah telah menyiapkan skema khusus.
Namun, bagi wisatawan yang masih bersikukuh menggunakan uang tunai, petugas akan mengarahkan mereka ke jalur lain yang masih menerapkan sistem hybrid, seperti di jalur Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS).
"Bagi sekitar 20 persen pengunjung yang belum siap, terutama kalangan lansia di atas 50 tahun, pemerintah telah menyiapkan solusi berupa penyediaan kartu e-money dari Bank Mandiri yang dapat dibeli langsung di lokasi dengan harga yang sama dengan nilai tiket, yaitu Rp 15.000, tanpa biaya tambahan kartu," jelas Antonius.
Senada, Sekretaris Dinas Pariwisata, Eko Nur Cahyo, memaparkan bahwa pihaknya menyediakan beragam opsi platform pembayaran demi kenyamanan pengunjung.
"Salah satu layanan utama yang dapat digunakan oleh pengunjung adalah fasilitas transaksi pembayaran menggunakan QRIS yang disediakan oleh Bank BPD DIY. Layanan ini memudahkan wisatawan untuk membayar secara cepat melalui dompet digital maupun mobile banking," kata Eko.
Baca juga: Beda dari yang Lain, Ratusan Jemaah Haji Gunungkidul Kompak Kenakan "Berbau" Budaya
Ia juga menyampaikam opsi kartu fisik tetap tersedia bagi yang tidak memiliki aplikasi di ponsel.
"Sebagai langkah antisipasi bagi pengunjung yang belum memiliki atau tidak menggunakan aplikasi QRIS, Dinas Pariwisata Gunungkidul juga telah menyiapkan solusi alternatif. Dinas Pariwisata menyediakan pilihan pembayaran menggunakan kartu uang elektronik, yaitu Tab Cash e-money Mandiri," terangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA