Selasa, 12 MEI 2026 • 18:40 WIB

Siasat Kemenko PM Atasi Kemiskinan Ektrem, Gandeng YKAN dan IRE Sulap Desa Jadi Motor Pembangunan Hijau

Author

Kegiatan bertajuk "Simpul Hijau: Merayakan Kolaborasi Pembangunan Daerah dan Desa/Kampung," yang diselenggarakan oleh Yayasan IRE dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) di Yogyakarta. (Istimewa)

JOGJA - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendorong pembangunan hijau berbasis desa dan kawasan. Langkah ini diambil sebagai strategis dalam mengakselerasi pengentasan kemiskinan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Persoalan ini dibahas dalam acara Integrasi Pembangunan Hijau dan Ekonomi. Dalam kegiatan bertajuk "Simpul Hijau: Merayakan Kolaborasi Pembangunan Daerah dan Desa/Kampung," yang diselenggarakan oleh Yayasan IRE dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) di Yogyakarta.

Dalam paparannya, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., mengatakan bahwa pembangunan ekonomi saat ini tidak lagi bisa dipisahkan dari aspek sosial dan lingkungan.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah dari Kalimantan, mitra pendamping masyarakat, akademisi, serta organisasi yang aktif dalam pembangunan berkelanjutan.

"Pembangunan desa dan kawasan ke depan harus mampu menciptakan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan tetap menjaga daya dukung lingkungan. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, NGO, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat," ujarnya, dalam kegiatan Ekspos Program SIGAP tersebut.

Baca juga: Fokus Jalan Desa, Pemkab Sleman Kebut Perbaikan Mulai Awal Juni Ini Meski Harga Aspal Sempat Naik :"Butuh 1 Triliun Perbaikan Total"

Menurutnya, tantangan perubahan iklim, kemiskinan, dan ketimpangan wilayah memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif. Desa dianggap memiliki peran sentral dalam mendukung amanat Inpres Nomor 8 Tahun 2025 mengenai optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

"Pembangunan hijau dan pemberdayaan masyarakat desa harus berjalan secara terintegrasi melalui kolaborasi multipihak," tegasnya.

Baca juga: Dinsos Sleman Percepat Digitalisasi Bantuan Kepada 26 Ribu Keluarga Miskin Ekstrem

Lebih lanjut, Prof. Abdul Haris memaparkan sejumlah instrumen yang dinilai efektif untuk memberdayakan masyarakat desa sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Di antaranya adalah perhutanan sosial, pengembangan ekonomi lokal, agroforestry, desa wisata, hingga penguatan kelembagaan masyarakat.

"Tujuannya agar intervensi lintas sektor lebih terintegrasi, tepat sasaran, dan berbasis pada data serta potensi lokal, khususnya dalam mendukung transformasi pembangunan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU