Pembangunan tampung air hadapi krisis air bersih di Sleman. (Istimewa)
JOGJA - Krisis air bersih yang kerap menghantui warga Padukuhan Gemawang, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, saat musim kemarau kini menemukan solusi. Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan PT Hutama Karya (Persero) dan Yayasan Kinarya Anak Bangsa menghadirkan infrastruktur air bersih berkelanjutan melalui program HK WASH Infra.
Program yang menjadi bagian dari inisiatif "Nandur Tuk Banyu" ini menerapkan teknologi pengolahan air hujan yang mutakhir, yakni Gama Rain Filter yang dikombinasikan dengan teknologi Reverse Osmosis (RO) dan sinar ultraviolet (UV).
Baca juga: Tersangka Baru Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Raudi Akmal Resmi ditahan di Rutan 2A Sleman Malam Ini
Perwakilan tim teknis UGM, Pratama Tirza Surya Sembada, M.Sc., menjelaskan bahwa selama ini warga Gemawang bergantung pada mata air di Sungai Code. Namun, debit air kerap menyusut saat kemarau panjang, ditambah adanya indikasi kandungan besi (Fe) yang tinggi dalam air tersebut.
"Selama ini masyarakat memanfaatkan sumber mata air di Sungai Code. Namun, saat musim kemarau panjang, debit cenderung menurun. Kami memberikan edukasi bahwa air hujan adalah sumber alternatif berkualitas tinggi jika dikelola dengan sistem yang benar," ujar Tirza, Selasa (23/6/2026).
Tirza menegaskan, sistem Gama Rain Filter dirancang khusus untuk memastikan keamanan air.
"Sistem ini memiliki tiga tahap filtrasi, mulai dari penyaring daun, debu kasar, hingga debu halus. Kemudian, dikombinasikan dengan RO dan sinar UV untuk menghilangkan bakteri dan partikel kecil agar air memenuhi baku mutu air minum," jelasnya.
Lebih dari sekadar menyediakan air bersih, menurut Tirza, program ini juga menjadi upaya mitigasi banjir dengan mengurangi limpasan air (run off).
"Selain itu, inisiatif “Nandur Tuk Banyu” turut menyertakan pembangunan sumur resapan, biopori, hingga penanaman vegetasi konservasi," imbuhnya.
Founder Yayasan Kinarya Anak Bangsa, Rosita Yuwanasari Suwardi Wibawa, menyebut program yang terdaftar sebagai SDGs Action #51577 ini tidak hanya fokus pada akses air, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.
"Kami melakukan perlindungan mata air serta penanaman pohon di kawasan hulu dan hilir," jelas Rosita.
Apresiasi tinggi datang dari Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang hadir dalam serah terima program tersebut. Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah ini merupakan model ideal dalam menjawab kebutuhan dasar warga.
"Program ini sangat sejalan dengan upaya Pemkab Sleman dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan infrastruktur dasar yang memadai," ungkap Harda.
Baca juga: UGM Gandeng Chile Perkuat Riset Antarktika, Intip Peluang Indonesia di Kutub Selatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail