Jumat, 08 MEI 2026 • 17:05 WIB

Dinsos Sleman Percepat Digitalisasi Bantuan Kepada 26 Ribu Keluarga Miskin Ekstrem

Author

Kepala Dinas Sosial Sleman, Wawan Widiantoro. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Sosial tengah tancap gas melakukan transformasi besar-besaran dalam pola penyaluran bantuan sosial. Fokus utamanya adalah mendigitalisasi data dan proses bantuan bagi puluhan ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) guna memastikan akurasi dan kecepatan distribusi.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sleman, Wawan Widiantoro, mengungkapkan bahwa tahap awal digitalisasi ini akan difokuskan pada kelompok masyarakat dengan kategori miskin dan miskin ekstrem.

"Kami memfokuskan dulu pada kelompok keluarga miskin. Berdasarkan data terbaru, angka kemiskinan ekstrem di Sleman berada di angka 6,71 persen, atau sebanyak 26.747 KPM. Inilah yang akan kami jadikan sasaran utama untuk digitalisasi," ujarnya, dalam jumpa pers, pada Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Geger Oknum Pegawai SPPG dan Pelajar SMK di Ngemplak Sleman Cabuli Siswi SD - SMP Usai dicekoki Miras, Dukuh :"Yang Pelajar SMK Sering Berulah"

Wawan menjelaskan bahwa langkah ini bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan solusi nyata untuk menyelesaikan persoalan budaya antre dan tumpang tindihnya birokrasi bantuan di lapangan. Dengan sistem digital, diharapkan penyaluran bantuan menjadi lebih transparan dan minim gesekan sosial.

Target Jangka Panjang: 153 Ribu KK

Ia menyebut, setelah tahap awal pada kelompok miskin ekstrem berhasil, Dinsos Sleman telah mematok target yang lebih ambisius. Sasaran berikutnya adalah kelompok masyarakat rentan miskin yang jumlahnya jauh lebih besar.

"Target kami selanjutnya, setelah ini berhasil, kami akan menyasar kelompok miskin dan rentan miskin. Jumlah rentan miskin ini mencapai 126.877 KPM. Jika ditotal secara keseluruhan, ada sekitar 153.124 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi target besar kami," jelasnya.

Baca juga: Sleman Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Tahun Ini, Pemkab Siap Dorong ke Tingkat Nasional

Lanjut Wawan menambahkan, jika dipresentasikan secara keseluruhan, total warga miskin dan rentan miskin di Sleman mencapai sekitar 37 persen dari populasi. Melalui percepatan digitalisasi ini, ia optimis persoalan protes masyarakat terkait bantuan sosial dapat diredam.

"Tujuan kami adalah percepatan pemberian bantuan dan penyelenggaraan yang lebih partisipatif. Dengan sistem ini, kami harap tidak ada lagi protes-protes di lapangan karena bantuan langsung tepat sasaran dan cepat diterima," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU