Minggu, 03 MEI 2026 • 11:40 WIB

Parkir Bus Senopati Kini Jadi 'Plataran Senopati': Pusat Kuliner Baru di Jantung Jogja Hasil Iuran Mandiri Warga

Author

Suasana pembukaan kawasan parkir Senopati yang kini resmi dibuka menjadi "Plataran Senopati". (Olivia Rianjani)

JOGJA - Kawasan parkir Senopati yang selama ini dikenal sebagai kantong parkir bus pariwisata di Kota Yogyakarta kini resmi bertransformasi menjadi destinasi wisata kuliner baru bertajuk Plataran Senopati. Peresmian yang berlangsung pada Sabtu malam (2/5/2026) ini ditandai dengan kemeriahan kirab bregada, tari-tarian tradisional, dan antusiasme pengunjung Malioboro yang memadati lokasi di jantung Kota Jogja tersebut.

Ketua Koperasi Senopati, Harjito, mengungkapkan betapa sulitnya kondisi komunitas sebelum adanya inovasi ini. Menurutnya, inovasi ini lahir bukan tanpa alasan. Penutupan akses bus pariwisata di area Senopati sempat mematikan denyut ekonomi komunitas setempat. Sebanyak 600 anggota koperasi yang terdiri dari juru parkir, pedagang asongan, hingga pengemudi becak terdampak langsung oleh kebijakan tersebut.

"Selama ini kalau kita dikatakan mampus tetap mati betul karena sudah nggak bisa apa-apa. Sementara komunitas ini kalau seribuan ada... dengan ditutupnya bis itu 1.500 (orang termasuk keluarga) bisa dikatakan sulit untuk makan," ujar Harjito disela-sela acara.

Konsep "Dapur Bersih" dan Modal Mandiri

Menu tradisional dan modern yang disediakan pada spot kuliner "Plataran Senopati" (Olivia Rianjani)

Untuk membangkitkan kembali ekonomi yang "mati suri", komunitas berembug dengan Pemkot Yogyakarta. Disepakati bahwa sisi barat parkiran disulap menjadi area kuliner dengan konsep dapur bersih, sementara sisi tengah dan timur tetap difungsikan untuk kendaraan kecil.

"Akhirnya sebelah sini kita tutup untuk angkringan Plataran Senopati supaya parkiran untuk Elf dan mobil yang tidak seberapa itu bisa mengisi tengah dan timur," kata Harjito.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana Plataran Senopati, Andi Erwanto, mengatakan bahwa pembangunan Plataran Senopati tidak menggunakan dana luar. Seluruh modal awal berasal dari iuran mandiri para pedagang yang ingin berdaya kembali. Konsep ini mengadopsi keberhasilan Pendopo Lawas di Alun-alun Utara.

"Modal awalnya iuran dari pedagang yang ikut berdaya itu. Jadi 68 orang, urunan satu setengah juta per orang. Lalu terkumpul 102 juta. Gerobak terus lampu-lampu, perkakas dapur, semua dari iuran temen-temen, murni iuran temen-temen. Nggak ada yang dana-dana dari luar," ujarnya.

Baca juga: Pedagang UMKM Bahagia, Angkringan Hingga Soto Gratis dilarisi Pemda DIY di Silaturahmi Idulfitri Hari Ini

Jaminan Harga Anti-"Nuthuk"

Momen warga dan pengunjung saat turut meramaikan pembukaan "Plataran Senopati". (Olivia Rianjani)

Saat ini, Plataran Senopati menampung 33 pedagang lapak, 20 pedagang asongan, dan belasan juru parkir. Menu yang ditawarkan mulai dari nasi kucing khas angkringan hingga minuman tradisional seperti wedang ronde dan jahe serai. Pengelola menegaskan komitmennya untuk menjaga kenyamanan wisatawan, terutama terkait transparansi harga.

"Ada daftar menunya, harga menu itu sudah tertera semua aman, nggak ada nuthuk. Sama rata, sama rata," tegas Andi.

Hal ini dibenarkan oleh pengunjung remaja, Arsha Shara (13) dan Khanza Iren (12). Mereka mengaku terkesan dengan keramahan harga di lokasi strategis tersebut.

"Harganya terjangkau banget. Pokoknya nggak nyampe Rp 40 (ribu) ya, nggak nyampe Rp 20 bahkan. Makanannya tradisional semua, tapi makanan modernnya juga udah ada," kata mereka.

Menu angkringan "Plataran Senopati" menyediakan list harga. (Olivia Rianjani)

Dandim Kota Yogyakarta, Kolonel Inf. Arif Setiyono, yang hadir dalam pembukaan tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif warga yang mampu bangkit secara mandiri.

"Kami sangat mendukung hal-hal upaya yang membawa kota Yogyakarta lebih baik untuk kemajuan Kota Jogja dan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Kota Yogyakarta. Kita sepakat 100 persen kalau itu kita dukung," ungkap Kolonel Arif.

Baca juga: Baru dibuka Meriahkan Acara Ulang Tahun Sultan HB X Ke-80 , 16 Ribu Porsi Angkringan Gratis di Malioboro Ludes Sekejap

Sebagai informasi, Plataran Senopati kini diproyeksikan menjadi titik temu baru (meeting point) yang nyaman bagi wisatawan karena letaknya yang strategis dekat Titik Nol Kilometer dan Bank Indonesia. Dilengkapi fasilitas toilet bersih berstandar tinggi, pusat kuliner ini beroperasi setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WIB.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU