Sabtu, 02 MEI 2026 • 20:35 WIB

Hardiknas UGM 2026: Rektor Berikan Penghargaan ke Dosen Hingga Soroti Kesenjangan Ini

Author

Peringatan Hardiknas UGM pada 2026. (Istimewa)

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan menggelar upacara bendera di halaman Balairung, Sabtu (2/5/2026). Dalam momentum tersebut, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.ed, Sp.OG(K)., Ph.D., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Mengangkat tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Rektor menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab institusi, melainkan seluruh elemen masyarakat.

Dalam pidatonya, Prof. Ova Emilia mengingatkan kembali relevansi nilai-nilai Ki Hajar Dewantara, yakni Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. Menurutnya, pendidikan harus menjadi ruang pembebasan yang menghadirkan keadilan.

"Peringatan Hardiknas tahun ini mengajak kita merefleksikan perjalanan panjang pendidikan bangsa sekaligus meneguhkan peran nilai-nilai luhur dalam membangun masa depan Indonesia," ujarnya di hadapan sivitas akademika UGM.

Baca juga: May Day 2026: Akademisi UGM Sebut Wajib Jamin Fasilitas Daycare bagi Perempuan Pekerja Buntut Viralnya Kasus Little Aresha

Namun, ia tidak menampik bahwa potret pendidikan Indonesia masih diwarnai tantangan kompleks, mulai dari rendahnya literasi hingga kesenjangan fasilitas di wilayah pelosok. Munculnya kecerdasan buatan (AI) juga disebut sebagai tantangan baru bagi integritas akademik.

"Penguatan partisipasi semesta diharapkan membuka peluang bagi setiap masyarakat untuk memperoleh pendidikan berkualitas melalui pemanfaatan teknologi yang inovatif dan inklusif," jelasnya.

Sebagai langkah nyata, UGM terus memperluas skema penerimaan mahasiswa dari daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), keluarga dengan keterbatasan ekonomi, hingga penyandang disabilitas. Inovasi seperti UGM Online yang menyediakan kredensial mikro juga menjadi ujung tombak adaptasi teknologi.

"Berbagai inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen UGM dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat dan industri," ungkap Prof. Ova.

Selain itu, program KKN-PPM dipandang sebagai instrumen vital untuk mengasah empati mahasiswa melalui kolaborasi lintas sektor. Rektor percaya bahwa kerja kolektif adalah kunci mencetak SDM unggul.

"Melalui pendidikan bermutu dan kolaborasi yang kuat, kita dapat mencetak sumber daya manusia unggul sebagai fondasi pembangunan bangsa," tegasnya.

Baca juga: Dikukuhkan Jadi Guru Besar Hari Ini, Dekan Faperta UGM Prof. Jaka Widada: "Stop Sekadar Beri Kimia, Saatnya 'Beri Makan' Kehidupan Tanah"

Apresiasi Pengabdian

Menutup rangkaian upacara, UGM memberikan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 112 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan.

Rincian penerima penghargaan yakni diantaranya :

  • 30 Tahun Pengabdian: 15 oran
  • 20 Tahun Pengabdian: 36 orang
  • 10 Tahun Pengabdian: 61 orang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU