Kedatangan Dubes Inggris untuk RI di Jogja, GKR Mangkubumi Buka Peluang Bahas Manuskrip Keraton Jogja yang Masih di Inggris
JOGJA - Penghageng Kawedanan Ageng Punakawan Datu Dono Suyoso, GKR Mangkubumi, menyatakan kemungkinan adanya pembahasan lanjutan terkait manuskrip Keraton Yogyakarta dalam kerja sama dengan Pemerintah Inggris.
Hal itu disampaikan usai pertemuannya dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, di Stasiun Yogyakarta, Rabu (8/4/2026).
Meski demikian, dalam pertemuan kali ini, topik yang dibahas masih difokuskan pada sektor transportasi dan penataan kawasan.
"Tadi belum sempat ngobrol seperti itu. Beliau singkat, jadi hanya membahas soal transportasi dan stasiun," ujar GKR Mangkubumi.
Ia menyampaikan, isu pengembalian benda budaya, termasuk manuskrip Keraton, kemungkinan akan menjadi topik pada pertemuan berikutnya.
"Ada kemungkinan obrolannya ke arah sana, nanti pertemuan berikutnya," tutur dia.
Sebagaimana diketahui, beberapa manuskrip milik Keraton Yogyakarta saat ini memang berada di luar negeri, salah satunya di British Library yang berkaitan dengan peristiwa sejarah Geger Sepehi.
Selain manuskrip, digitalisasi juga dilakukan pada koleksi seni pertunjukan seperti wayang, gendhing, hingga beksan melalui lembaga internal Keraton.
Keraton Yogyakarta sendiri telah melakukan berbagai upaya pelestarian melalui digitalisasi manuskrip sejak 2010, bekerja sama dengan Universitas Leipzig.
Serta, pada 2018, British Library memulai digitalisasi manuskrip koleksi Keraton yang sebelumnya dibawa ke Inggris. Setahun berselang, sebanyak 75 manuskrip digital berhasil dikembalikan dalam bentuk salinan digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung