Selasa, 07 APRIL 2026 • 12:30 WIB

Hadapi Cuaca Ekstrem Kota Jogja, BPBD Siagakan TRC 24 Jam

Author

Pohon tumbang karena cuaca ekstrem di Kota Jogja. (Istimewa)

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang belakangan terjadi secara fluktuatif. Selain menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC), BPBD juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat guna meminimalkan risiko bencana.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Yogyakarta, Darmanto, mengatakan perubahan cuaca dalam beberapa pekan terakhir cukup signifikan, mulai dari panas terik hingga hujan lebat disertai angin kencang.

"Dalam beberapa minggu terakhir, cuaca di Kota Yogyakarta mengalami perubahan yang cukup signifikan, mulai dari panas terik hingga hujan deras disertai angin kencang," ujar Darmanto, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai kejadian seperti pohon tumbang hingga kerusakan bangunan, terutama saat hujan datang tiba-tiba setelah cuaca panas.

"Beberapa diantaranya adalah angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan atap rumah, terutama saat hujan deras datang secara tiba-tiba setelah cuaca panas," katanya.

Selain itu, hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat juga meningkatkan potensi genangan hingga banjir lokal, khususnya di kawasan dengan sistem drainase terbatas. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kenaikan debit air secara mendadak.

Lebih lanjut, Darmanto juga mengingatkan adanya risiko longsor skala kecil akibat kondisi tanah yang jenuh air.

"Tidak kalah penting, risiko petir dan cuaca ekstrem lainnya juga dapat membahayakan aktivitas masyarakat di luar ruangan," ucapnya.

Karena itulah, BPBD melakukan pemantauan kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai secara real-time, terutama di Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong. Sistem ini menjadi bagian dari upaya peringatan dini kepada masyarakat.

"Kesiapsiagaan personel dan Tim Reaksi Cepat (TRC) juga diaktifkan selama 24 jam guna merespons secara cepat berbagai kejadian darurat seperti pohon tumbang maupun genangan air. Di mana, sudah tercatat di awal bulan April 2026 ini jumlah pohon tumbang sebanyak empat pohon," jelasnya.

Baca juga: Dosen UGM: Operasi Modifikasi Cuaca dan Sekat Kanal Bisa Cegah Karhutla

Meski demikian, ia memastikan kondisi tinggi muka air sungai di wilayah Kota Yogyakarta masih relatif aman.

"Terpantau melalui telemetri Pusdalops BPBD Kota, kondisi permukaan air di Sungai Gajahwong, Code, dan Winongo tidak mengalami penurunan maupun kenaikan yang signifikan," jelasnya.

Menurutnya, dari hasil pemantauan kamera pengawas, kondisi kebersihan sungai juga dinilai cukup baik. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

"Ini menunjukkan kesadaran masyarakat sudah baik. Warga bantaran sungai konsisten menjaga kebersihan lingkungan," tutur Darmanto.

Baca juga: Kerja Bakti "Jogja Berhati Nyaman" di Malioboro Hari Ini : Keluhkan Perokok Bandel Hingga Bersihkan Area Kuda Andong

Disamping itu, BPBD memperkuat koordinasi lintas sektor bersama sejumlah instansi terkait untuk memastikan informasi peringatan dini dapat diterima masyarakat dengan cepat.

Selain itu, optimalisasi sistem peringatan dini terus dilakukan agar warga dapat melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.

"Koordinasi ini penting agar informasi peringatan dini bisa segera sampai ke masyarakat," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU