Minggu, 05 APRIL 2026 • 18:10 WIB

Kopda Anumerta Farizal Dimakamkan di TMP Giripeni Kulon Progo Secara Militer, Istri Tak Kuasa Menahan Tangis

Author

Istri almarhum Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon saat tak kuaza menahan tangisnya dipemakaman. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Kopral Dua (Kopda) Anumerta Farizal Rhomadhon di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Wates, Kulon Progo, Minggu (5/4/2026). Prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia itu dimakamkan secara militer dengan penuh penghormatan.

Isak tangis keluarga pecah saat jenazah dimasukkan ke liang lahat. Momen paling mengharukan terlihat ketika sang istri, Fafa Nur Azila, tak kuasa menahan kesedihan. Ia terus menangis saat mengantar kepergian suaminya hingga harus dipapah oleh keluarga dan kerabat.

Jenazah almarhum tiba di TMP Giripeni sekitar pukul 09.05 WIB dari rumah duka di wilayah Lendah. Setibanya di lokasi, upacara pemakaman militer langsung digelar. Tembakan salvo dilepaskan sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum.

Baca juga: Duka Kulon Progo : Ratusan Warga Iringi Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon, Istri Almarhum Terhanyut Suasana

Sejumlah pejabat TNI dan unsur pemerintah tampak hadir mengikuti jalannya prosesi. Upacara dipimpin oleh Asisten Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI Letnan Jenderal Candra Wijaya, dan berlangsung khidmat sebagai penghormatan negara atas jasa almarhum.

Keluarga almarhum, termasuk anaknya yang masih berusia dua tahun serta kedua orang tua, mendampingi prosesi dengan penuh duka. Di tengah suasana kehilangan, pihak keluarga menyampaikan harapan kepada pemerintah terkait penyelidikan penyebab meninggalnya almarhum.

Istri almarhum Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon saat tak kuaza menahan tangisnya dipemakaman. (Olivia Rianjani)

Sebelumnya, kakak ipar almarhum, Moh Fitra Abdul Aziz, meminta agar kematian prajurit TNI dalam misi perdamaian tersebut dapat diusut secara terbuka.

"Harapannya pemerintah melalui pihak yang berwenang bisa melobi PBB untuk menginvestigasi secara terbuka dan transparan terkait penyebab meninggalnya tiga anggota tentara kita," ujarnya saat dikediaman dikediaman duka.

Baca juga: Jemput Dua Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon di Bandara Adisucipto, Sultan HB X Tegaskan PBB Usut Tuntas Dalang Kematian

Selain itu, keluarga juga menjelaskan alasan pemakaman dilakukan di TMP Giripeni. Mereka berharap, lokasi tersebut dapat menjadi kebanggaan bagi anak almarhum di masa depan.

"Supaya anaknya nanti bisa bangga bahwa ayahnya adalah pahlawan bangsa yang telah berjasa bagi perdamaian dunia, dan semoga ke depan ada dukungan dari pemerintah untuk masa depannya," pungkas Fitra Abdul.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU