Selasa, 31 MARET 2026 • 18:17 WIB

Update Terkini Jenazah Praka Farizal Akan Diotopsi di Lebanon Besok Oleh PBB Hingga dipulangkan Lewat Mesir Atau Jordania

Author

Komandan Brigif 25/Siwah Kolonel Inf Dr. Dimar Bahtera, saat melayat dikediaman almarhum Praka Farizal Rhomadhon di Kulon Progo, DIY, pada Selasa (31/3/2026) sore. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Proses pemulangan jenazah prajurit TNI, Praka Farizal, yang gugur dalam penugasan perdamaian di Lebanon, masih berlangsung dan berada dalam koordinasi berbagai pihak, termasuk Satuan Tugas (Satgas) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hal ini disampaikan Komandan Brigif 25/Siwah Kolonel Inf Dr. Dimar Bahtera, mengatakan bahwa hingga saat ini proses evakuasi masih berjalan dan situasi di lapangan belum sepenuhnya kondusif karena konflik yang masih berlangsung.

"Terkait dengan proses pemulangan jenazah, itu sebetulnya informasi itu ada di kewenangan dari Satgas. Tetapi dari beberapa informasi kita juga berusaha mencari informasi, walaupun ini mungkin bukan sesuatu yang official fiks benar atau resmi. Tetapi kurang lebih tergambar bahwa saat ini masih dilakukan evakuasi dari proses TKP,” ujarnya kepada wartawan usai melayat dikediaman Praka Farizal Rhomadhon di Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, pada Selasa (31/3/2026) sore ini.

Ia mengungkapkan, jenazah almarhum kini sudah tidak berada di lokasi kejadian perkara (TKP), melainkan telah dievakuasi ke markas (headquarter) dan mendapatkan penanganan awal dari rekan-rekannya.

"Oh sudah, sudah di ini, sudah bukan berada di TKP tetapi evakuasi dia ada di headquarter ya, di headquarter, sudah ada di penyolatan jenazah dan lain semuanya oleh rekan-rekan yang satu area," katanya.

Setelah disemayamkan di markas dan diberikan penghormatan oleh rekan satu tim, jenazah rencananya akan dibawa ke rumah sakit di Beirut, Lebanon, untuk menjalani proses otopsi sesuai prosedur internasional.

"Kemudian rencananya setelah disemayamkan di situ penghormatan dari teman-temannya satu tim yang berada dalam satu area, baru nanti direncanakan untuk dievakuasi ke rumah sakit di Beirut kalau tidak salah, nanti di situ baru dilakukan otopsi standar yang rumah sakit lebih lengkap," jelas Dimar.

Ia menambahkan proses selanjutnya adalah repatriasi oleh PBB, yang memerlukan sejumlah tahapan administratif sebelum jenazah dapat dipulangkan ke Indonesia.

"Setelah itu nanti akan dilaksanakan mekanisme dari UN, ada proses otopsi. Itu kemungkinan baru bisa dilakukan besok jika keadaannya dia kondusif. Setelah itu baru nanti dilakukan proses repatriasi oleh PBB. Tahapan repatriasi itu ada beberapa tahapan yang harus dilakukan di PBB, dokumen-dokumen. Setelah itu mekanismenya cukup, baru nanti diterbangkan ke Indonesia," papar Dimar.

Baca juga: Fakta Sosok Praka Farizal : Sering Video Call Meski Lagi Darurat, Seharusnya Mei Sudah Pulang

Terkait jalur penerbangan, Dimar menyebutkan kemungkinan evakuasi akan melalui negara sekitar seperti Mesir atau Jordania, mengingat kondisi penerbangan sipil di Lebanon yang tidak memungkinkan.

"Nanti mungkin penerbangannya dari mana? Mungkin bisa jadi melalui Mesir ataupun Jordania. Karena mungkin situasi di dalam Lebanon sendiri untuk penerbangan sipil kan close. Sehingga harus melibatkan melalui bandara-bandara di negara sekitar. Dan sudah langsung dihandle sama kementerian luar negeri, sama atas kepertahanan," ungkapnya.

Setibanya di Indonesia, lanjut Dimar, jenazah akan mendapatkan penghormatan militer sebelum dimakamkan sesuai permintaan keluarga.

"Kemudian di Indonesia nanti kemungkinan ada mekanisme penghormatan kepada pahlawan yang telah gugur. Mungkin akan dilakukan di Mabes TNI, atau mungkin di PMPP atau di Kemhan. Kemudian baru dibawa ke Aceh. Tapi mungkin tidak ke Aceh, nanti langsung mungkin bisa ke sini," ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa prosesi pemakaman akan dilakukan secara militer.

"Nanti pemakamnya disini sesuai dengan permintaan keluarga, penghormatan dari negara. Itu secara kehormatan penghormatan pemakaman secara militer. Nanti saya rencananya yang akan memimpin upacara, saya langsung diutus dari pimpinan dari Presiden, dari Panglima TNI," tegasnya.

Baca juga: DPRD DIY Desak Mundur Indonesia dari BOP Usai TNI Gugur diserang Israel di Lebanon :"Ini Biadab, Penjajahan Gaya Baru"

Terkait kepastian kepulangan jenazah, ia belum dapat memastikan waktu kedatangan jenazah di Indonesia karena situasi yang masih dinamis. Namun, saat pemakaman dirinya akan memimpin langsung.

"Kalau waktunya saya tidak bisa tentukan karena memang situasinya dinamis tetapi urutannya adalah tergambar, setelah ini disemayamkan kemudian dicek di headquarter, kemudian nanti akan dievakuasi ke Beirut nanti untuk dilaksanakan otopsi disana setelah disana akan dilaksanakan proses mekanisme repatriasi oleh PBB sendiri oleh Unifil sendiri," pungkas Dimar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung Dan Wawancara Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU