Senin, 02 MARET 2026 • 17:45 WIB

Wilayah Tempel Jadi Saksi Peluncuran Model Pengabdian Baru Oleh UMY

Author

Model pengabdian perguruan tinggi baru yang fokus pada penguatan kemandirian ekonomi oleh UMY. (Istimewa)

JOGJA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menghadirkan model pengabdian perguruan tinggi baru yang fokus pada penguatan kemandirian ekonomi cabang Muhammadiyah. Program Skema Khusus Pengabdian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempel ini memastikan ilmu dan sumber daya kampus terhubung langsung dengan kebutuhan riil persyarikatan.

Peluncuran program dilakukan pada Minggu(1/3) di Kompleks SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Acara dihadiri Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMY, Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) UMY, serta jajaran pimpinan cabang dan ranting Muhammadiyah, pimpinan ‘Aisyiyah, dan unsur Angkatan Muda Muhammadiyah setempat.

Dalam kesempatan itu, UMY menyerahkan hibah pengabdian senilai Rp 44.250.000 kepada PCM Tempel. Dana ini tidak dialokasikan untuk kegiatan konsumtif, melainkan difokuskan pada usaha produktif berupa pengembangbiakan domba yang dikelola bersama peternak warga Muhammadiyah.

Ketua pelaksana kegiatan, Sugeng Riyanto, mengatakan bahwa dana hibah dirancang untuk mendukung keberlanjutan dan penguatan ekonomi jangka panjang.

"Dana hibah sebesar Rp 44.250.000 ini, atas arahan DRP UMY, digunakan untuk usaha produktif agar tidak cepat habis. Kami sepakat bekerja sama dengan peternak warga Muhammadiyah untuk pengembangbiakan domba, bukan sekadar penggemukan. Harapannya, satu hingga tiga tahun ke depan hasilnya dapat menopang kegiatan PCM, PCA, maupun Angkatan Muda Muhammadiyah di Tempel," ujarnya, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Pesan Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir Pada Acara Ramadhan UMY, Salah Satunya Tegaskan Pentingnya Akidah Islam

Sugeng menjelaskan, skema khusus ini membagi peran pengabdian ke berbagai unsur persyarikatan, mulai dari pimpinan cabang, pimpinan ‘Aisyiyah, organisasi otonom, hingga ranting Muhammadiyah.

"Dengan demikian, dampak pengabdian tidak terpusat pada satu titik, melainkan menyebar dan memperkuat ekosistem organisasi secara kolektif," katanya.

Sementara itu, Ketua BPH UMY, Agung Danarto, menegaskan bahwa penguatan cabang Muhammadiyah merupakan bagian dari komitmen strategis UMY sebagai amal usaha persyarikatan.

"UMY adalah amal usaha Muhammadiyah yang tumbuh dan berkembang bersama persyarikatan. Karena itu, ilmu yang dimiliki dosen harus terhubung dengan kebutuhan cabang dan ranting. Pengabdian ini bukan yang pertama dan bukan yang terakhir, tetapi harus berkelanjutan," ujar Agung.

Ia pun menekankan, UMY terus mendorong dosen dan karyawan aktif dalam kegiatan persyarikatan.

"Pengabdian kepada masyarakat harus menjadi instrumen untuk memastikan keilmuan yang dikembangkan di kampus benar-benar memberi dampak nyata bagi persyarikatan," ucap Agung.

Baca juga: Soroti Fragmentasi 27 Ribu Aplikasi Pemerintah, Akademisi UMY Usulkan Desain Predictive Analysis for Data Policy

Selain itu, DRP UMY tahun ini menargetkan ratusan judul pengabdian dosen di berbagai wilayah Indonesia.

"Dengan dukungan anggaran yang signifikan, pengabdian diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga membangun model kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan masyarakat," pungkas Agung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU