Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 05:20 WIB

Fakta - Fakta Kericuhan Demo di Polda DIY 24 Februari 2026 : Gelar Salat Gaib untuk Pelajar Maluku Hingga Ormas Bantu Bubarkan Aksi

Author

Massa aksi di depan Polda DIY pada Selasa (24/2) gelar salat goib. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Suara letusan terdengar di depan Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (24/2/2026) malam. Letusan tersebut terjadi saat massa menggelar aksi unjuk rasa di halaman instansi kepolisian tersebut.

Diketahui, aksi itu digelar salah satunya sebagai bentuk solidaritas atas dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar berinisial AT (14) di Maluku yang disebut dianiaya oknum anggota Brimob Polda Maluku, Bripda Mesias Siahaya.

Berikut sejumlah fakta lain yang terjadi dalam aksi tersebut:

1. Massa Gelar Salat Gaib

Berbeda dari demonstrasi pada umumnya, massa bergerak secara organik tanpa membawa draf tuntutan tertulis maupun menyediakan panggung orasi. Mereka menggelar salat gaib sekitar pukul 19.45 WIB sebagai bentuk doa untuk korban.

Salah satu peserta aksi, Yazi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas sekaligus doa bagi para korban kekerasan aparat.

"Kami mendoakan para almarhum termasuk AT di Maluku sana yang menjadi korban dari kejahatan para polisi itu mendapatkan ketenangan di alam sana," ujarnya kepada wartawan usai salat gaib.

Ia menyebut, doa juga ditujukan bagi korban lain, termasuk mereka yang ditangkap dan direpresi dalam aksi demonstrasi Agustus 2025.

"Dan juga banyak teman-teman yang bisa kita tahu bahwa demo Agustus tahun lalu termasuk teman-teman UNY, Perdana Arie yang baru dibebaskan kemarin. Ini sebagai bentuk mendoakan mereka, semoga tenang di alam sana dan semoga para polisi sadar bahwa yang mereka lakukan itu salah," katanya.

Perdana Arie yang merupakan mahasiswa sekaligus aktivis UNY 2025 sebelumnya disebut sebagai salah satu peserta aksi yang sempat ditahan dan baru dibebaskan.

2. Soroti Korban Demo Agustus 2025

Dalam orasinya, massa juga menyinggung sejumlah korban dalam demonstrasi Agustus 2025, termasuk mahasiswa dari Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Kami mengutuk kekerasan polisi. Kami bukan hanya mengatasnamakan mahasiswa, tapi masyarakat. Kami resah dan muak dengan kelakuan para polisi," ucap Yazi.

Oleh karena itu, ia kembali berharap adanya reformasi di tubuh kepolisian.

"Setidaknya polisi bisa sadar bahwa mereka tidak bisa semena-mena terhadap rakyat. Polisi harus hadir sebagai garda pelindung masyarakat. Tidak boleh ada lagi korban dari rakyat," tegasnya.

3. Ricuh dan Dua Kali Suara Letusan

Usai salat gaib, massa kembali ricuh dengan meneriakkan "pembunuh, pembunuh" dan berusaha menjebol pembatas. Massa yang terus berdatangan ke pintu gerbang sisi timur melakukan aksi dorong-dorongan dengan barikade keamanan. Water barrier yang sebelumnya disusun aparat dibongkar massa. Desakan yang semakin kuat membuat pintu gerbang sisi timur Polda DIY roboh.

Baca juga: Pasca Kericuhan Unjuk Rasa di Mapolda DIY, Sejumlah Aktivis Buka Posko Aduan : Sebanyak 66 Warga ditangkap Termasuk Anak - Anak

Massa aksi di Polda DIY (24/2/2026) dibubarkan ormas dan warga (Olivia Rianjani)

Sekitar pukul 19.50 WIB terdengar letusan pertama yang diduga sebuah petasan sebagai peringatan agar massa membubarkan diri. Kemudian, terjadi letusan kedua terdengar sekitar pukul 20.05 WIB.

Mendengar letusan tersebut, massa berlarian menjauh dari gedung Mapolda. Terdengar teriakan dari kerumunan, "Aku wong kene, Pak.".

Sekitar pukul 20.18 WIB, massa di sisi barat Polda berhasil dibubarkan. Empat menit kemudian, arus lalu lintas di sisi barat kembali dibuka dan berangsur normal. 

4. Ormas dan Warga Turut Bubarkan Massa

Dalam video sebuah akun media sosial (medsos) Alex Merkids memperlihatkan sekelompok orang mengatasnamakan ormas dan komunitas Yogyakarta membantu memukul mundul massa aksi tersebut.

"Bubar bubar, kowe wong ndi, ndang bubar bubar (Bubar, bubar, kamu orang mana, cepat bubar bubar)," ucap ormas tersebut.

Baca juga: Massa Aksi di Depan Polda DIY Hari Ini Coret Tembok Bertuliskan “All Cops Are Bastard” Hingga Gelar Solat Gaib

Setelah situasi mereda, mereka membuat video pernyataan akan siap melawan tindakan massa anarkis.

Video itu ditutup dengan seruan "Yogyakarta Istimewa" yang diulang bersama - sama. Pernyataan ini menjadi viral namun belum diketahui identitas ormas tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU