Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 13:50 WIB

Tinjau GIK dan Pengelolaan Sampah Terpadu di UGM, Menteri Brian Yuliarto Minta Kampus Fokuskan Hilirisasi Riset

Author

Momen Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke UGM (Istimewa)

JOGJA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke UGM belum lama ini. Agenda diawali dengan jalan sehat di kawasan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah fasilitas strategis kampus.

Didampingi Rektor dan jajaran pimpinan universitas, Brian melihat langsung pengembangan ekosistem inovasi dan kolaborasi riset yang dibangun UGM melalui GIK. Fasilitas tersebut dirancang sebagai ruang terbuka yang mempertemukan sivitas akademika dengan mitra industri dalam mendorong hilirisasi riset.

Menurut Brian, perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam menghasilkan sains dan teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Ia mengapresiasi atmosfer akademik UGM yang dinilainya dinamis dan progresif.

"UGM sangat bagus, saya sangat kagum melihat kampus yang sudah begitu maju, mirip kampus-kampus top dunia di luar negeri,” ujar Brian saat meninjau fasilitas kampus.

Baca juga: Hadiri Peluncuran Serentak 24 PPDS Muhammadiyah se-Indonesia, Menteri Prof. Brian Yuliarto Desak Hal Ini

Selain menyoroti penguatan inovasi, Brian juga mengamati infrastruktur dan lingkungan belajar di UGM. Ia menilai kualitas sumber daya manusia dan fasilitas yang representatif menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.

Pengembangan institusi, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan penguatan riset. Kunjungan dilanjutkan ke Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM untuk melihat sistem pengolahan sampah terintegrasi yang diterapkan kampus. Di fasilitas tersebut, seluruh sampah dari lingkungan UGM dikelola dalam satu sistem terpadu, mulai dari pemilahan hingga proses akhir.

"Semuanya ternyata dikirim ke sini untuk diproses, diolah. Sehingga UGM sudah 100 persen sampah di kampus itu diselesaikan di kampus," kata Brian.

Ia menilai sistem pengelolaan tersebut memadukan aspek teknologi, manajemen, dan edukasi lingkungan secara komprehensif. Menurutnya, konsistensi dan peningkatan kualitas menjadi kunci agar model ini dapat menjadi rujukan bagi institusi lain.

"Semoga ini bisa kita naikkan lagi, kualitas bisa terus ditingkatkan, sehingga pada akhirnya pengolahan sampah yang modern itu betul-betul bisa kita lihat ini sebagai percontohan,” ungkapnya.

Baca juga: Gelar HPPT ke-80, FT UGM Beri Anugerah Herman Johannes Award ke Sukadji Ranuwihardjo

Dalam kesempatan itu, Brian juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar memaksimalkan berbagai fasilitas dan jejaring akademik yang tersedia. Ia mendorong mahasiswa untuk berani mengeksplorasi potensi diri serta aktif berkolaborasi.

"Adik-adik yang diterima kuliah di UGM, silakan manfaatkan sebesar-besarnya keberadaan kampus yang sangat baik ini. Sukses selalu untuk mahasiswa adik-adik UGM,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU