Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 17:55 WIB

Hadiri Peluncuran Serentak 24 PPDS Muhammadiyah se-Indonesia, Menteri Prof. Brian Yuliarto Desak Hal Ini

Author

Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi meluncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia, pada Jumat (13/2/2026). (Istimewa)

JOGJA - Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi meluncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Kegiatan yang digelar di Ballroom The University Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (12/2), menjadi momentum penting bagi penguatan kontribusi Muhammadiyah di bidang kesehatan nasional.

Dalam sambutannya, Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, menegaskan bahwa peluncuran PPDS ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran di lingkungan PTMA.

"UMY dan seluruh PTMA berkomitmen mencetak tenaga medis spesialis yang unggul dan berdaya saing tinggi, sehingga mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrohman, menekankan bahwa pengembangan pendidikan dokter spesialis merupakan bagian dari dakwah Muhammadiyah di bidang kesehatan.

"Kehadiran PPDS di PTMA adalah wujud nyata komitmen Muhammadiyah untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat,” katanya.

Puncak acara diisi dengan pidato sekaligus peluncuran PPDS PTMA oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto. Ia mengapresiasi langkah Muhammadiyah yang dinilai progresif dalam memperluas akses pendidikan spesialis kedokteran.

"Peluncuran 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis di lingkungan PTMA harus diarahkan untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan nasional, bukan sekadar ekspansi program studi," ujarnya.

Ia juga menilai konsistensi Muhammadiyah sejak awal menjadikan pendidikan dan pelayanan kesehatan sebagai bagian dari amal usaha dan pengabdian sosial patut diapresiasi. Meski begitu, Prof. Brian juga mengingatkan agar pengembangan PPDS tidak terjebak orientasi komersialisasi pendidikan.

"Tujuan utama program ini adalah melahirkan dokter spesialis yang kompeten dan berintegritas, bukan mengejar keuntungan finansial. Jika kualitas dan niat pengabdian dijadikan prioritas, keberlanjutan institusi akan mengikuti secara alami," tegasnya.

Lanjut Brian menyoroti tingginya angka masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri, mencapai sekitar 10 miliar dolar AS atau setara Rp160 triliun setiap tahun.

"Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi institusi pendidikan kedokteran dan rumah sakit dalam negeri untuk meningkatkan standar layanan hingga berkelas internasional. PTMA harus membangun rumah sakit Muhammadiyah yang unggul dan kompetitif secara global sehingga mampu menjadi rujukan pasien internasional," paparnya.

Baca juga: Akademisi FH UMY Ini Sebut Hak Prerogatif Presiden Bisa Jadi Solusi Agar Kasus Menimpa Hogi Minaya Tak Terulang Lagi

Selain itu, Prof. Brian menekankan pentingnya menjaga akses pendidikan kedokteran tetap inklusif.

"PTMA harus memberi ruang bagi mahasiswa dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah, sehingga pendidikan dokter spesialis tidak hanya dinikmati kalangan tertentu," katanya.

Menutup sambutannya, Prof. Brian meluncurkan secara resmi 24 PPDS PTMA sekaligus berharap langkah ini menjadi awal lahirnya dokter spesialis yang unggul akademik sekaligus memiliki komitmen sosial yang kuat.

"Semoga ini menjadi bagian dari ikhtiar besar menghadirkan Indonesia yang lebih sehat, lebih adil, dan lebih bermanfaat,” pesannya.

Prosesi simbolis dilakukan melalui penekanan tombol dan penyerahan Surat Keputusan (SK) PPDS, yang dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, BPH UMY, Rektor UMY, dan sejumlah rektor PTMA, antara lain Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, serta Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Acara juga dirangkai dengan foto bersama dan penayangan video resmi 24 PPDS dari tujuh PTMA, yakni UMY, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan UMSU.

Baca juga: Mendiktisaintek Brian dihadapan Akademisi UMY :" Guru Besar Diharapkan Jadi Penggerak Iptek"

Adapun daftar 24 PPDS PTMA sebagai berikut:

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY):

  • PPDS Ilmu Bedah
  • PPDS Obstetri dan Ginekologi
  • PPDS Ilmu Kesehatan Anak
  • PPDS Ortopedi dan Traumatologi
  • PPDS Radiologi
  • PPDS Psikiatri
  • PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif
  • PPDS Jantung dan Pembuluh Darah
  • PPDS Patologi Klinik
  • PPDS Kedokteran Keluarga Layanan Primer
  • PPDS Neurologi
  • PPDS Ilmu Kesehatan Mata

Universitas Muhammadiyah Jakarta:

  • PPDS Ilmu Bedah
  • PPDS Penyakit Dalam
  • PPDS Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

Universitas Muhammadiyah Makassar:

  • PPDS Pengobatan Darurat
  • PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif
  • PPDS Ilmu Bedah
  • PPDS Dermatologi, Venereologi, dan Estetika

Universitas Muhammadiyah Surabaya:

  • PPDS Patologi Klinik

Universitas Muhammadiyah Semarang:

  • PPDS Obstetri dan Ginekologi

Universitas Muhammadiyah Surakarta:

  • PPDS Kedokteran Keluarga Layanan Primer

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU):

  • PPDS Ilmu Bedah
  • PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU