Rabu, 28 JANUARI 2026 • 14:30 WIB

Dua Gempa Guncang Selatan Jawa, Pakar UGM: Tidak Berpotensi Tsunami

Author

Warga berhamburan keluar karena Gempa Magnitudo 4,5 guncang Bantul, Senin (27/1/2026). (Istimewa)

JOGJA - Dua gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah di selatan Pulau Jawa pada Selasa (27/1). Gempa pertama terjadi pada pukul 08.20 WIB dengan magnitudo 5,7. Pusat gempa berada sekitar 24 kilometer arah tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 122 kilometer.

Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 13.15 WIB, gempa bumi kembali terjadi dengan magnitudo 4,4. Pusat gempa berada di timur laut Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Gempa kedua ini tergolong dangkal sehingga getarannya dirasakan cukup jelas oleh masyarakat. Pakar Gempa dari Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Ir. Gayatri Indah Marliyani, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM, menjelaskan gempa bumi yang terjadi di Pacitan dapat dikategorikan sebagai gempa intraslab.

Menurutnya, sumber gempa berasal dari dalam lempeng samudra yang tersubduksi atau dikenal sebagai slab.

"Deformasi terjadi apabila lempeng terus didorong ke dalam, sehingga lempeng dapat terus berubah bentuk dan bergeser. Perubahan dan pergeseran lempeng tersebut menyebabkan terjadinya gempa bumi," ujar Gayatri, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Terasa Sampai Solo, DIY Diguncang Gempa Tektonik Berpusat di Sesar Opak Bantul Siang Ini, BMKG Catat Ada 14 Kali Gempa

Ia menjelaskan perbedaan magnitudo dan karakter sumber gempa menyebabkan perbedaan efek getaran yang dirasakan masyarakat. Gempa pertama pada pagi hari, kata dia, cenderung terasa seperti gerakan mengayun, sedangkan gempa kedua terasa seperti sentakan.

"Perbedaan efek yang dirasakan masyarakat dipengaruhi oleh lokasi terjadinya gempa. Kekuatan magnitudo yang besar dan pergerakannya yang vertikal membuat gelombangnya naik ke atas, sehingga dampaknya meluas," ungkapnya.

Sementara gempa kedua yang terjadi di wilayah DIY disebut berasal dari zona sesar aktif, yakni Sesar Opak. Meski memiliki sumber yang berbeda, Gayatri menyebut terdapat kemungkinan gempa kedua dipicu oleh tekanan dari gempa pertama.

"Tekanan tersebut yang membuat lempeng tidak stabil dan bergerak sehingga gempa dapat terjadi," jelasnya.

Meski terjadi dua kali dalam satu hari, Gayatri memastikan kedua gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami maupun gempa susulan.

"Kekuatan magnitudo gempa tidak terlalu besar, sehingga kecil kemungkinan terjadi gempa susulan. Jadi, jangan terlalu khawatir," pesannya.

Baca juga: BPPTKG Ungkap Situasi Sekitar Merapi Hari Ini : Dua Kali Gempa Tektonik Hingga Empat Kali Guguran Lava

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tetap waspada mengingat wilayah selatan Pulau Jawa merupakan kawasan tektonik aktif. Menurutnya, peristiwa gempa ini dapat menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu siap siaga.

"Masyarakat memang harus selalu waspada dengan adanya gempa ini. Kejadian gempa pada hari ini dapat dijadikan pengingat bahwa kita berada di area tektonik aktif. Sehingga, masyarakat harus siap siaga dalam merespons gempa bumi ini," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU