Selasa, 27 JANUARI 2026 • 20:10 WIB

Nasib Malang Wanita Lansia Asal Sleman Tertabrak Kereta di Perlintasan Bantul Saat Hendak Arisan

Author

Seorang warga Kabupaten Sleman yang meninggal dunia setelah tertemper kereta api di perlintasan rel wilayah Kasihan, Bantul, Selasa (27/1/2026) siang. (Istimewa)

JOGJA - Peristiwa naas menimpa seorang warga Kabupaten Sleman yang meninggal dunia setelah tertemper kereta api di perlintasan rel wilayah Kasihan, Bantul, Selasa (27/1/2026) siang.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 11.25 WIB di perlintasan rel kereta api Dusun Tegal Ijo RT 12, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.

"Benar, pada hari Selasa tanggal 27 Januari 2026 sekitar pukul 11.25 WIB telah terjadi peristiwa orang meninggal dunia akibat tertemper kereta api di perlintasan rel Dusun Tegal Ijo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul," ujar Iptu Rita Hidayanto, dalam keterangannya.

Korban diketahui berinisial LS (64), seorang perempuan beragama Katholik, berprofesi sebagai ibu rumah tangga, dan beralamat di Sidorejo, Godean, Kabupaten Sleman. Menurut keterangan kepolisian, sebelum kejadian korban sempat datang ke rumah saksi bernama Watini (70) untuk menghadiri acara arisan. Rumah saksi berada tak jauh dari lokasi kejadian.

"Sekitar pukul 11.00 WIB korban datang ke rumah saksi pertama dengan maksud akan mengikuti arisan. Karena sebelum acara dimulai korban berniat bermain ke rumah temannya yang berada di sebelah utara rumah saksi, korban berpamitan dan berjalan kaki menyeberang rel kereta api," ungkap Iptu Rita.

Tak lama setelah korban menyeberang rel, terdengar suara kereta api melintas dan teriakan warga yang melihat kejadian tersebut.

"Tidak lama kemudian terdengar kereta api melintas dan ada teriakan warga yang mengatakan ada orang jatuh. Warga kemudian mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi korban," lanjutnya.

Saksi pertama meyakini korban adalah temannya karena mengenakan kaos yang sama.

"Saksi melihat korban mengenakan kaos yang sama dengannya, sehingga memastikan bahwa korban adalah teman yang baru saja berpamitan," imbuhnya.

Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Kasihan bersama tim gabungan segera mendatangi tempat kejadian perkara.

"Tiket fungsi Polsek Kasihan yang dipimpin Pawas Aiptu Ibnu Prastawa Haji bersama Aiptu Purwanto, S.H selaku Kaur Identifikasi Polres Bantul, Tim PMI Bantul, serta Puskesmas Kasihan II yang dipimpin dr. Salma mendatangi TKP, "terang Iptu Rita.

Baca juga: Daop 6 : Total Temperan di Jogja Rendah, Tegaskan Tak Ada Jalur Liar di Perlintasan KA

Dari hasil pemeriksaan tim medis dan Inafis Polres Bantul, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan korban sudah tidak bernapas, refleks pupil sudah midriasis total dan refleks cahaya negatif," ungkapnya.

Selain itu, ditemukan sejumlah luka akibat benturan.

"Pada tubuh korban ditemukan luka lecet di pelipis kiri sepanjang 1 cm, luka robek di ekstremitas bawah kanan sepanjang 10 cm, luka lecet di ekstremitas atas kiri 1,5 cm, serta luka bekas amputasi pada jari kedua ekstremitas bawah kanan. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan," beber Iptu Rita.

Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi kedua, Fembri Pradana (34), yang merupakan petugas Polsuska PT KAI, kereta yang melintas saat kejadian adalah KA Gaya Baru Malam jurusan Surabaya Gubeng - Pasar Senen.

"Menurut keterangan saksi kedua selaku Polsuska PT KAI, kereta yang melintas adalah KA Gaya Baru Malam dengan rute Surabaya Gubeng menuju Pasar Senen," kata Iptu Rita.

Masinis kereta juga membenarkan bahwa korban tertemper kereta tersebut.

"Saksi kedua menghubungi petugas pengawal kereta dan mendapat keterangan dari masinis bahwa benar korban tertemper kereta api yang dikemudikannya," ujar Iptu Rita.

Baca juga: BPPTKG Ungkap Situasi Sekitar Merapi Hari Ini : Dua Kali Gempa Tektonik Hingga Empat Kali Guguran Lava

Atas permintaan pihak keluarga, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

"Sesuai permintaan keluarga, korban selanjutnya dibawa ke RS Panti Rapih untuk penanganan lebih lanjut menggunakan ambulans PMI Kabupaten Bantul," pungkas Iptu Rita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim WA (Pribadi)

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU