Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 20:08 WIB

Natal 2025 di Gereja Baciro Jogja : Doa Khusus Untuk Bencana Sumatera dan Pohon Natal Barang Bekas

Author

Potret pohon natal daur ulang sambut misa sekaligus natal di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Baciro, Kota Yogyakarta, Rabu (24/12/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Gereja Katolik Paroki Kristus Raja, Baciro, Kota Yogyakarta, menggelar perayaan Natal 2025 dengan sejumlah keunikan. Selain menyelipkan doa khusus bagi korban bencana di Sumatera dalam misa malam Natal, gereja ini juga menampilkan belasan pohon Natal yang dibuat dari bahan daur ulang sebagai refleksi iman umat tentang makna keluarga.

Pastor Kepala gereja tersebut, sekaligus Romo Praja Kusupan Agung Semarang, Romo Andreas Novian Ardi Prihatmoko, mengatakan bahwa persiapan Natal dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi fasilitas maupun liturgi.

"Kalau untuk persiapan, secara teknis kami sudah menyerahkan semuanya kepada panitia. Kami menyediakan sekitar 2.000 kursi di luar gereja, dan kalau ditotal dengan yang di dalam ruangan bisa menampung sekitar 3.000 umat, supaya umat bisa beribadah dengan nyaman," ujarnya kepada wartawan dilokasi sebelum persiapan misa, Rabu (24/12/2025).

Ia menjelaskan, kapasitas di dalam gereja sendiri berkisar 600 hingga 700 umat. Sementara itu, dari sisi liturgi, para petugas telah melakukan latihan agar perayaan berlangsung khidmat.

"Untuk liturgi, kami sudah berlatih secukupnya supaya sungguh-sungguh bisa memberikan pelayanan kepada umat, sehingga umat bisa berdoa dan memuji Tuhan, merayakan Kristus yang hadir dengan khidmat," kata Romo Andreas.

Dua Misa Malam Natal Dihadiri 4.500 Umat

Hadir Pada perayaan Natal tahun ini, Gereja Baciro menggelar dua kali misa malam Natal. Misa pertama dilaksanakan pukul 18.00 WIB, sedangkan misa kedua dimulai pukul 21.00 WIB, yang diawali dengan doa rosario pada pukul 20.30 WIB dan disiarkan secara langsung melalui live streaming.

"Hari ini ada dua misa, jam 6 sore dan jam 9 malam. Yang setengah 9 itu dimulai dengan rosario, lalu misa jam 9 dan itu live streaming," jelas Romo Andreas.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, jumlah umat yang mengikuti dua misa malam Natal diperkirakan mencapai ribuan.

"Kalau berdasarkan tahun lalu, totalnya bisa sekitar 4.500 umat untuk dua misa," ungkapnya.

Tema Natal "Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga"

Lanjut Romo Andreas mengatakan, tahun ini perayaan di Gereja Baciro mengusung tema dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yakni "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga." Menurutnya, tema ini, dimaknai secara lebih luas oleh umat.

"Keluarga di sini bukan hanya keluarga inti seperti ayah, ibu, dan anak, tetapi keluarga yang lebih luas. Keluarga seiman, bahkan keluarga lintas iman, dan keluarga yang kita temui dalam keseharian," tuturnya.

Ia menegaskan pesan utama Natal tahun ini adalah kehadiran Allah melalui relasi antarmanusia yang saling mendukung.

"Allah hadir melalui mereka yang ada dalam keluarga, siapa pun itu, yang mau saling menopang dan mendukung satu sama lain," sambungnya.

Doa Khusus untuk Korban Bencana di Sumatera

Terkait doa menyelipkan doa khusus bagi para korban bencana alam di Sumatera, kata Romo Andreas, meski tidak dijadikan agenda utama rangkaian Natal, perhatian terhadap para korban tetap menjadi bagian dari kepedulian gereja.

"Doa pasti ada, kami masukkan dalam doa Natal. Salah satunya untuk bangsa Indonesia, khususnya saudara-saudara kami di Sumatera," ucapnya.

Selain doa, gereja tersebut juga telah melakukan aksi sosial sebelum Natal dan merencanakan program lanjutan untuk pemulihan pasca bencana.

"Untuk gerakan sosial, kemarin sebelum Natal umat sudah melakukan aksi sosial. Ke depan, kami juga merencanakan penggalangan dana, karena bencana itu kan tidak selesai dalam satu-dua hari, terutama untuk proses recovery," imbuhnya.

Baca juga: Wali Kota Hasto Pastikan Gereja Kotabaru Bersih dari Sampah Jelang Natal, Kuota Pembuangan Jogja ke Piyungan Hanya 300 Ton per Minggu

Simbol Pohon Natal Daur Ulang

Potret pohon natal daur ulang sambut misa sekaligus natal di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Baciro, Kota Yogyakarta, Rabu (24/12/2025). (Olivia Rianjani)

Keunikan lain dalam perayaan Natal di Gereja Baciro adalah keberadaan 12 pohon Natal yang dibuat dari bahan daur ulang oleh umat dari 12 wilayah paroki. Pohon-pohon Natal tersebut dipajang di area luar dan pintu masuk gereja.

"Ini awalnya kami lombakan. Ada enam wilayah besar, lalu total ada 12 wilayah yang masing-masing membuat dua pohon Natal. Sepuluh dipajang di luar, dua di pintu masuk," jelas Romo Andreas.

Menurutnya, pohon Natal dari bahan bekas ini merupakan hasil refleksi umat atas tema Natal tahun ini.

"Keluarga itu fondasi dasar tempat iman bertumbuh. Di dalamnya kadang ada kerapuhan, ada yang merasa terbuang, terpinggirkan. Tapi justru ketika mereka mau menjalin relasi dan bersatu, itu bisa menjadi relasi yang indah," tuturnya.

Menurutnya, pohon Natal tersebut mengibaratkan bahan daur ulang sebagai simbol orang-orang yang sering dianggap tidak berguna.

"Barang yang dianggap sampah, ketika dirangkai bersama, bisa menjadi sesuatu yang indah. Demikian juga keluarga, ketika ada yang mau merengkuh dan memberi kesempatan, bisa menjadi keluarga yang erat, bukan hanya bapak-ibu-anak, tetapi keluarga yang lebih luas," katanya.

Tidak hanya terpasang sebagai ornamen Natal, pohon Natal tersebut, lanjut Romo Andreas, juga dilakukan sebagai ajang kompetisi. Meski begitu, penilaian pohon Natal ini lebih bersifat apresiasi. Pemenang lomba rencananya diumumkan pada misa keluarga keesokan harinya.

"Hadiahnya lebih kepada uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi. Bukan soal juara, tapi bagaimana mereka memaknai tema Natal dan mewujudkannya," tandas Romo Andreas.

Keamanan DIY Kondusif

Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi (kanan), saat memonitoring kesiapan misa sekaligus natal di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Baciro, Kota Yogyakarta, Rabu (Olivia Rianjani)

Dilokasi yang sama, Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi memastikan pengamanan perayaan Natal di Gereja Baciro telah dipersiapkan dengan baik.

"Secara keseluruhan Gereja Baciro sudah siap melaksanakan perayaan Natal. Polresta Jogja juga sudah melaksanakan tahapan-tahapan pengamanan," ujar Eddy.

Baca juga: Diserbu Wisatawan Selama Nataru 2025, Orang Jogja Malas Keluar, Wali Kota Ajak Jelajahi Kulon Progo Hingga Gunungkidul

Pada kesempatan itu, ia juga menegaskan kondisi keamanan di wilayah DIY secara umum masih aman dan kondusif.

"Mudah-mudahan pelaksanaan ibadah bisa berjalan aman dan lancar. Secara umum kondisi DIY sangat aman dan kondusif," katanya.

Oleh karena itu, Eddy juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga keamanan, tidak hanya saat Natal, tetapi juga menjelang Tahun Baru.

"Kami harapkan masyarakat ikut mendukung pengamanan, baik saat Natal maupun nanti pada perayaan Tahun Baru," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU