Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 09:45 WIB

PT Railink : Market Share Bandara YIA Melebihi Negara Maju, Himbau Jaga Barang Bawaan

Author

Jumpa pers PT Railink di Bandara YIA, Kamis (18/12/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - PT Railink memprediksi puncak volume penumpang Kereta Api (KA) Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 akan terjadi lebih awal dibandingkan daerah lain di Indonesia. Lonjakan tertinggi diperkirakan berlangsung pada 21 Desember 2025, atau beberapa hari sebelum Hari Raya Natal.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan karakteristik pergerakan penumpang di Yogyakarta memang berbeda dengan wilayah lain. Jika secara nasional puncak arus Nataru diproyeksikan terjadi pada 28 Desember 2025, Yogyakarta justru mengalami lonjakan lebih cepat.

"Untuk Yogyakarta, puncaknya kami prediksi tanggal 21 Desember. Polanya sama seperti tahun lalu. Sementara secara keseluruhan, termasuk di Medan, puncaknya memang di tanggal 28,” katanya keoada awak media di Bandara YIA, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, pada hari normal, KA Bandara YIA melayani sekitar 7.500 penumpang per hari. Jumlah tersebut bisa turun hingga sekitar 6.000 penumpang saat low season. Namun saat periode puncak seperti Natal dan Lebaran, volume penumpang pernah melonjak hingga 11.000 - 12.000 orang per hari.

"Untuk Natal tahun ini, kami perkirakan angkanya bertahan di sekitar 10.000 penumpang per hari, kemudian turun ke kisaran 9.000, dan naik lagi menjelang periode berikutnya," ungkap Porwanto.

Baca juga: Pemda DIY Terima Bantuan KAI Salurkan 10 Becak Listrik untuk Pengayuh Becak di Malioboro

Secara tahunan, PT Railink menargetkan angkutan penumpang KA Bandara YIA mencapai 2,7 juta orang sepanjang 2025. Hingga pertengahan Desember, realisasi target tersebut disebut hampir sepenuhnya tercapai.

"Kalau melihat capaian sampai pertengahan Desember, target tahunan itu praktis sudah hampir terpenuhi,” kata Porwanto.

Menariknya, tingkat penggunaan KA Bandara YIA tercatat sangat tinggi. Sekitar 62 persen penumpang pesawat yang datang dan berangkat dari Bandara YIA memilih menggunakan KA Bandara sebagai moda transportasi lanjutan.

"Market share kita sudah 62 persen. Ini angka yang sangat langka. Bahkan di negara maju pun jarang ada KA Bandara dengan market share setinggi ini,” tegasnya.

Menurut Porwanto, tingginya minat masyarakat menggunakan KA Bandara YIA dipengaruhi oleh jarak bandara ke pusat Kota Yogyakarta yang mencapai sekitar 40 kilometer. Kereta dinilai jauh lebih efisien karena langsung terhubung dengan Stasiun Tugu Yogyakarta.

"Begitu turun di Stasiun Tugu, mau ke hotel, Malioboro, kantor, semuanya dekat. Jogja ini kota yang relatif kecil, jadi langsung terasa sampai tujuan,” tuturnya.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Sampah dari 7 Juta Wisatawan ke Jogja Selama Nataru 2025, Pemkot Siapkan Depo Cadangan dan Siagakan 45 Truk

Selain itu, PT Railink juga mengingatkan penumpang untuk selalu menjaga barang bawaannya selama perjalanan. Layanan lost and found disiapkan dengan sistem pencatatan yang ketat untuk barang yang tertinggal di kereta maupun di stasiun.

"Kami sangat serius soal barang penumpang. Pernah ada barang tertinggal berisi uang Rp 50 juta dan emas, dan semuanya bisa kembali ke pemiliknya dalam kondisi utuh. Jadi jangan sampai ada tumbler ketinggalan lagi," pungkas Porwanto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jumpa Pers

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU