Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 18:55 WIB

Antisipasi Lonjakan Sampah dari 7 Juta Wisatawan ke Jogja Selama Nataru 2025, Pemkot Siapkan Depo Cadangan dan Siagakan 45 Truk

Author

Pengosongan tumpukan sampah di depo Pengok, Demangan, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi lonjakan sampah selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Lonjakan ini diperkirakan cukup signifikan mengingat Kota Jogja menjadi salah satu destinasi wisata utama selain Bali, dengan prediksi kunjungan wisatawan mencapai 7 juta orang.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan, potensi timbunan sampah di Kota Jogja pada hari-hari biasa berasal dari hotel, rumah sakit, perusahaan, dan industri mencapai sekitar 260 ton per hari.

"Kalau Nataru memang bisa naik sampai 40 persen. Apalagi diprediksi yang masuk ke Jogja itu 7 juta orang, misal yang nyampah 3 juta separuhnya dikalikan 0,5 kilogram," ujarnya kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (17/12/2025).

Baca juga: Pemda DIY Terima Bantuan KAI Salurkan 10 Becak Listrik untuk Pengayuh Becak di Malioboro

Hasto menjelaskan dengan perhitungan tersebut, timbunan sampah bisa meningkat menjadi 340 - 350 ton per hari. Untuk mengantisipasi kondisi ini, depo-depo sampah di kota telah dikosongkan.

"Sekarang ini depo Mandala Krida sudah kosong, kemudian Purawisata, Argolubang, Pengok, dan RRI juga sudah kosong dan tidak dibuka lagi. Insya Allah selamanya bersih, apalagi di RRI ada gereja," katanya.

Namun, menurutnya beberapa depo yang masih terisi seperti Pringgo dan Serangan saat ini sedang dalam proses pembersihan. Selain itu, Pemkot menyiapkan truk pengangkut sampah, dengan 15 unit di antaranya menggunakan kompresor untuk meningkatkan kapasitas muatan.

"Kita minimal ada 17 truk yang setiap hari terus menerus membawa sampah dari depo-depo, dan tiap Rabu ditambah Senin targetnya 100 truk agar bisa kita kelola dari Kota Yogyakarta," kata Hasto.

Selain itu, beberapa lokasi cadangan juga disiapkan untuk menampung sampah organik kering, seperti daun-daun dan sampah organik yang tidak basah atau berbau.

"Titik cadangan itu berada di Tegalgendu, Bener, dan Pasty," kata Hasto.

Baca juga: Jogja Perketat Akses ke Malioboro, Satlantas Siapkan Jalur Alternatif dan Rekayasa Lalu Lintas Nataru 2025/2026

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menambahkan bahwa depo-depo sampah di sekitar kawasan Malioboro dan kawasan strategis lainnya sudah dikosongkan dan siap menampung tambahan sampah dari wisatawan.

"Insya Allah depo-depo yang ada di seputaran kawasan Semburu Filosofi ini sudah kita siapkan. Selain itu kita juga memaksimalkan unit-unit pemulihan bersih di Sitimulyo, Nithikan, Kranon, Giwangan, dan Beskalan," jelas Rajwan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jumpa Pers

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU