Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 17:05 WIB

Tinjau 5 Pasar, Dinas Pertanian Jogja Jamin Daging Sapi di Pasar Aman Selama Nataru 2025

Author

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta monitaring daging sapi yang beredar di pasar-pasar tradisional wilayah Kota Yogyakarta, Kamis (18/12/2025). (Istimewa)

JOGJA - Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta memastikan daging sapi yang beredar di pasar-pasar tradisional wilayah Kota Yogyakarta aman dikonsumsi masyarakat menjelang akhir tahun. Kepastian tersebut diberikan setelah dilakukan monitoring langsung terhadap bahan pangan asal hewan di sejumlah pasar.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih, mengatakan pemeriksaan difokuskan pada daging sapi, mulai dari asal-usul, kelengkapan administrasi, hingga mutu dan keamanannya.

"Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan daging sapi yang beredar benar-benar memenuhi prinsip ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal,” kata Ashardini saat ditemui di sela kegiatan monitoring, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, tim melakukan pengecekan di lima pasar tradisional, di antaranya Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, Pasar Sentul, dan Pasar Kotagede. Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya perlindungan konsumen sekaligus menjamin keamanan pangan hewani yang dikonsumsi masyarakat.

Ashardini menegaskan, salah satu perhatian utama dalam pemeriksaan tersebut adalah aspek administrasi. Daging sapi yang masuk dan diperdagangkan di Kota Yogyakarta wajib berasal dari rumah potong hewan (RPH) yang telah tersertifikasi serta memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

"Administrasi ini sangat penting. Daging sapi harus berasal dari RPH yang bersertifikat dan memiliki NKV, sehingga aspek keamanan dan kesehatannya bisa terjamin," jelasnya.

Baca juga: Survei Baru Kunjungan Wisata DIY Lampaui Bali, DPRD Minta Jogja Jadi Tuan Rumah yang Baik dan Tak "Nuthuk" Wisatawan Nataru 2025

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan fisik terhadap daging sapi yang dijual pedagang. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi daging gelonggongan, dan secara umum kondisi daging dinilai layak konsumsi.

"Kami pastikan tidak ada daging gelonggongan. Dari hasil pemeriksaan, kualitas daging sapi yang dijual di pasar-pasar tersebut tergolong baik dan aman dikonsumsi,” jelas Ashardini yang akrab disapa Dini.

Pemeriksaan juga menyasar penggilingan daging. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya campuran daging lain, khususnya daging nonhalal, yang dapat merugikan konsumen.

"Hasil pengecekan penggilingan daging menunjukkan tidak ditemukan campuran daging lain. Ini penting untuk menjaga kehalalan produk bagi masyarakat," kata Dini.

Meski demikian, Dini mengakui masih ada sejumlah pedagang yang kelengkapan administrasinya belum terpenuhi. Pihaknya akan melakukan pembinaan agar seluruh pedagang dapat mematuhi ketentuan yang berlaku.

"Kami akan lakukan pendampingan dan pembinaan supaya ke depan semua pedagang bisa melengkapi administrasi sesuai aturan," imbuhnya.

Baca juga: Sri Purnomo Bungkam Usai Sidang Perdana, Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Aliran Dana ke Rekening Kliennya

Oleh karena itu, Dini juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli daging sapi, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan konsumsi di akhir tahun.

"Masyarakat kami sarankan membeli daging yang segar, berwarna merah cerah, tidak berbau menyengat, dan bertekstur kenyal. Sebaiknya beli di pasar atau tempat penjualan yang sudah diawasi dan bersertifikat,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU