Senin, 15 DESEMBER 2025 • 18:00 WIB

Pemkab Gunungkidul Pasangi Stiker Agar Bansos Tepat Sasaran, Penerima yang Disalahgunakan untuk Judol Jadi Sorotan

Author

Momen Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memasang stiker keluarga miskin atau prasejahtera bagi para penerima bantuan sosial (Bansos). (Istimewa)

JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mempercepat upaya penurunan kemiskinan melalui pemasangan stiker keluarga miskin atau prasejahtera bagi para penerima bantuan sosial (Bansos).

Program ini digelar secara serentak di seluruh kapanewon, dengan tujuan memastikan bantuan tepat sasaran dan meningkatkan akuntabilitas. Peluncuran kegiatan dilakukan di salah satu rumah warga penerima bantuan di Kalurahan Beji, Kapanewon Patuk, yang dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.

Pemasangan stiker dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala desa, operator desa, dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

"Kegiatan ini diilhami oleh banyaknya keluhan warga yang merasa miskin tetapi tidak menerima bantuan. Dengan pemasangan stiker ini, kami memastikan warga memang menerima haknya, dan yang tidak berhak tidak mendapatkan bantuan," ujarnya usai giat tersebut.

Menurutnya, penempelan stiker ini lantaran marak penyalahgunaan bantuan sosial. Terlebih, penerima bantuan sosial di Gunungkidul termasuk yang terbanyak dihentikan dari pusat karena digunakan untuk judi online (judol). Menurutnya, penggunaan bantuan untuk hal-hal seperti ini merupakan bentuk korupsi dan penyalahgunaan uang negara.

"Hal ini menjadi perhatian serius Forkopimda, khususnya Kapolres dan Kajari," kata Endah.

Kendati begitu, Endah menekankan bahwa penerima manfaat harus bertanggung jawab terhadap stiker tersebut.

"Jika stiker ditempel lalu dilepas karena merasa malu, maka yang bersangkutan dianggap gagal. Jika dipindahkan ke dalam rumah karena malu, dianggap rusak. Hal ini harus disepakati sejak awal agar tidak ada alasan ketidaktahuan," tegasnya.

Endah juga menegaskan bahwa ukuran kemiskinan tidak dilihat dari kepemilikan kendaraan atau rumah yang diperoleh dengan kredit. Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan, kerja kolektif, dan gotong-royong untuk menanggulangi kemiskinan.

"Kunci kemiskinan adalah kemalasan, dan semangat kerja keras menjadi kunci keluar dari kemiskinan,” ujar Endah.

Plt. Kepala Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Markus Tri Munarja, menjelaskan bahwa pemasangan stiker bertujuan memberikan identitas jelas bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sehingga mereka mendapatkan prioritas dalam penanganan kemiskinan dan perlindungan sosial.

"Tujuan pemasangan stiker adalah memberikan jaminan bahwa KPM penerima bantuan tepat sasaran, meningkatkan kejelasan informasi publik, serta akuntabilitas pelaksanaan bantuan sosial,” jelas Markus. 

Menurutnya, kegiatan ini merujuk pada Surat Edaran Bupati Gunungkidul Nomor 67 Tahun 2025 tentang Pemasangan Stiker Keluarga Miskin/Prasejahtera Penerima Bantuan Sosial.

"Pemasangan stiker dilakukan secara serentak oleh tim gabungan di seluruh kapanewon, dengan sasaran tahap pertama 65 KPM per kelurahan, atau sekitar 9.360 KPM di seluruh Kabupaten Gunungkidul," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Pemkab Gunungkidul juga menyalurkan bantuan bedah rumah bagi tujuh keluarga miskin, dengan nilai masing-masing Rp 50 juta. Bantuan ini ditujukan bagi keluarga miskin ekstrem yang tidak mampu swadaya, sehingga pemerintah membangunkan rumah secara penuh.

"Pemantauan dan pengawasan pemasangan stiker menjadi tanggung jawab bersama Lurah, SDM MPKH, Babinsa, Babinkamtibmas, Dukuh, RT, RW, dan masyarakat. Kegiatan ini bagian dari kolaborasi untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul," pungkas Markus. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU